AYAM KAMPUNG, PADI, DAN TIKUS NAKAL - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, April 16, 2011

AYAM KAMPUNG, PADI, DAN TIKUS NAKAL

Sudah menjadi kebiasaan warga Sukapari, setelah menanam benih padi, menyiangi rumput, memupuk, dan membasmi hama, mereka mulai memanen apa yang telah mereka tanam beberapa bulan yang lalu. Ini berarti musim panen telah tiba. Dan saatnya para petani memperoleh apa yang mereka perjuangkan beberapa bulan terakhir. Ups, tetapi bukan hanya para petani saja yang merasa gembira menyambut padinya yang sudah menguning, ayam-ayam kampung juga tak ketinggalan merasakan kegembiraan tersebut. Pak Tani dan ayam-ayam kampung seakan lupa, sebentar lagi ada segerombolan pembawa kerepotan yang sedang mengincar mereka. Siapakah pembawa ‘kerepotan’ itu?

Sekumpulan ayam di rumah pak tani mulai ribut, “BtoOk bTooK BtOoK…!!”. Mereka mulai bermusyawarah tentang panen padi yang sebentar lagi.

Tanpa disadari mereka, sekumpulan tikus bergerilya mencari informasi dan fakta dari ayam-ayam yang sedang memusyawarahkannya. Tikus-tikus menyelinap di pepohonan, di bebatuan, juga di comberan. Ini lantaran intruksi dari Raja tikus kepada Jendralnya untuk memerintahkan Agen-Agen Rahasia dan para Telik Sandi andalannya. Mereka dibagi tugas dalam beberapa kelompok agar terkumpul informasi yang akurat. Sang Jendral tikus mengisyaratkan agar mereka bisa berkumpul tepat sebelum pagi di Mabes mereka. “Berpencar!” perintah Jendral Tikus.

Waktupun berlalu, data ataupun informasi tampaknya telah terkumpul banyak di setiap agen dan telik sandi. Ada laporan bahwa kemungkinan tahun ini para tikus bisa berpesta pora. Selain gudang padi yang akan terisi, ayam-ayam juga akan lalai menjaga anak-anak dan telur-telurnya.

Agen 001 : Lapor, tahun ini kita akan makan enak sepanjang malam!

Agen 002 : Lapor Jendral! Beberapa hari lagi stok sembako kita akan terpenuhi untuk beberpa generasi.

Agen 005 : Lapor! Saya telah memasang alat sadap di setiap titik tempat terpenting di rumah pak tani, Jendral! Dan bisa kita control kapanpun dan dimanapun!

Tiba-tiba agen 007 datang dengan tergesa-gesa : Lapor Jendral! Agen 003, 004, dan 006, gugur di medan perang. Mereka menempel di roda mobil yang lagi ngebut!

Jendral : Apa?! Kau tidak bohong dengan laporan itu?!

Agen 007 : Tidak jendral! Ini buktinya, saya membawa ekor Agen 003, telinga Agen 004, dan gigi  Agen 006. Tapi tenang Jendral, sebelum mereka tewas kami telah mendapatkan lokasi-lokasi strategis untuk mengambil sembako kita!

Jendral : Sip! Laporan diterima, kembali bertugas!

Sementara itu, pak tani mempersiapkan kantong-kantong untuk menyimpan padi di gudangnya. Ayam-ayam mulai bermimpi akan tercukupinya makanan mereka dari hasil panen pak tani.
Hari masih pagi ketika pak tani telah siap dengan peralatan memanennya dan juga rombongan orang yang akan membantu pak tani. Merekapun berangkat, sesampainya di sawah, alangkah terkejutnya pak tani dan para rombongannya, padi yang sudah lama ditunggu-tunggu hasilnya, setengah lahan sudah habis diserbu segerombolan tikus.

Pak Tani : (dengan garang memburu tikus) Eeergh! Dasar! Tikus-tikus busuk! Bisanya hanya menggrogoti milik orang lain, pergi pergi! sambil mengayunkan parangnya ke tikus-tikus yang berlarian.

Terpaksa, hasil yang seharusnya bisa menarik banyak keuntungan untuk pak tani, sekarang hanya bisa untuk menutup modal. Dengan setengah hati, pak tani memanen padinya dengan wajah yang kesal. Seakan kegembiraan dihari kemarin melambaikan tangan terbang jauh ke atas awan.

Pak Tani : Sialan! Walaupun telah dibasmi berulang kali, tapi seakan tikus-tikus itu tak ada habisnya.
Sedangkan di rumah pak tani, “BtOoK bToOk BtOOk… telur-telurku dicuri tikus…!” terdengar suara ayam yang kehilangan telurnya. Ayam-ayam tak henti-hentinya membuat keributan, hingga pak tani yang baru saja pulang langsung menengok ke belakang rumahnya.

Pak Tani : Waduh! Dasar tikus-tikus busuk! Padiku kau makan, sekarang telur ayamku yang kau curi! Eeerggh…!

Malam hari di tempat ronda, beberapa orang asyik bermain catur dan bergosip.

Warga A : Eh, tadi pagi pak tani gagal panen dan telur-telur ayamnya ternaknya ludes di makan tikus.

Warga B : Hmf, padahal malam sebelum memanen, ia kan bepesta dengan rekan sederajatnya ya?

Warga C : Coba ia undang kita-kita, pasti nggak bakal deh gagal panen kayak gitu. Suruh siapa hidup pelit, rasain tuh rezekinya dimakan Curut.

Warga D : Ssstt… jangan ngomongin kejelekan orang (Sambil menghempaskan asap rokok). Nggak baik. Walaupun dia nggak suka berbagi, nggak sepantasnya kita ngomongin kayak gitu, kali aja ngebalik. Kita ambil hikmahnya aja kali ya, ternyata harta yang manusia miliki bukan sepenuhnya milik manusia.

Warga A, B, & C : Iya ya..

Sementara itu di markas tikus, di sebuah pos penjagaan markas besar tikus, gerombolan tikus, mulai dari tikus got sampai tikus dapur, mendengarkan dengan seksama, “Catat nih! Wajib dicatat! Para wargaku, malam ini kita pesta!” teriak girang komandan tikus.

No comments:

Post a Comment