Mengapa Ku Harus Meminta Lebih? - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, June 23, 2012

Mengapa Ku Harus Meminta Lebih?

Jumat, 22 Juni 2012

hari ini aku mendapat banyak pelajaran kehidupan. di siang hari yang panas, aku masih bisa tidur siang, atau sejenak membaca buku sebelum tidur. berbeda dengan buruh sapi yang bekerja pada keluargaku, ia harus mencari rumput di bawah terik matahari. hanya dengan modal becak yang kami beri. 'hanya' digaji 700ribu/bulan, ditambah makan siang dan rokok. di umur menjelang 30 tahun itu, ia masih bekerja berat seperti itu. dan berapa banyak manusia Indonesia yang seperti itu, atau bahkan lebih memprihatinkan darinya? karena alasan ini, aku bersemangat untuk melamar (mengemis?) kerja pada SMA-SMA berupah tinggi. agar bisa menambah upah kerjanya.

seringkali aku berpikir, hidup serba cukup seperti ini, mengapa aku harus meminta lebih? ehm, meskipun aku sudah jarang meminta lagi pada orang tua - bahkan sekedar untuk membeli pulsa, tapi pertanyaan ini menggelitik nalarku. hingga aku menulis ini.

memangnya hartamu sudah berlimpah? sangat jauh jika bisa disebut kaya, tapi aku sudah merasa 'cukup'. jujur saja, gairah untuk sukses aku tak punya, namun aku masih bisa bekerja keras bahkan ekstra. dapat tidur nyaman, meski banyak nyamuk betina yang nampaknya menyukaiku. makan kenyang tanpa harus banting tulang belulangku yang kerempeng. dan nikmat yang tak kalah penting : sehat dan waktu luang untuk sekedar membaca buku, menulis, atau merenung. bagaimana dengan kekasih? oh, ini sebenarnya pertanyaan privasi. aku pikir, aku termasuk pria yang terlalu pilah-pilih. tapi bukannya itu wajar? toh aku tak pernah merendahkan wanita siapapun itu. Dari TK (beneran!) sampai kuliah, tidak sedikit wanita yang menyukaiku, bahkan mengagumiku. entah, aku juga bingung. padahal, apa yang enak dari diriku ya? terlepas aku yang lebih memilih 'dia' yang pada akhirnya menolakku (jujur, itu sakit sekali!), aku masih menikmati masa lajang ini.

bagaimana dengan teman? benar, aku tak memiliki teman begadang lagi. sebagian merantau, menikah, sebagian lagi sibuk bekerja hingga tengah malam. tak enak mengganggu mereka. lagipula, dari TK sampai mahasiswa, aku disebut bocah autis. sendiri atau dalam keramaian, aku tetap hepi. jadi, mengapa meminta lebih? nikmati saja yang ada. kebahagiaan hidup, saat pikiran, fisik, dan hati kita dapat menikmati saat-saat yang terlewati.

No comments:

Post a Comment