Asal-usul Cinta (kisah yang wajib kamu ketahui!) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, July 12, 2012

Asal-usul Cinta (kisah yang wajib kamu ketahui!)

Ini kisah wajib lu tahu. Soalnya ini cerita keren banget, Brut. Sekeren penulisnya. (HoOeEkK!). langsung aja dah nih, cekidot.

Konon, menjelang dunia dihuni oleh manusia, semua sifat kebaikan dan kejelekan berkeliaran tak tentu arah. Mungkin mereka mencari tempat yang bisa ditinggali, yaitu manusia. Mereka merasa bosan dan tidak tahu lagi apa yang akan dilakukan. Hingga di suatu sabtu sore, mereka berkumpul, dan Kecerdikan memberi usul.

“Gimana kalau kita main petak umpet?” usul si Cerdik.

“Oh, gua aja yang jaga, haha. Gua ingin menghitung,” si Gila menyaut cepat. Semua sifat tahu, si Gila akan susah dicari nantinya, karena pikirannya dalam mencari tempat bersembunyi. Mereka akhirnya setuju-setuju saja. Si Gila langsung menutup matanya di balik pohon.

“Satu...dua...tiga...” ia mulai menghitung. Sementara ia menghitung, semua sifat kebaikan dan kejelekan bersembunyi.

Kelembutan bersembunyi di balik sinar purnama, matahari telah hilang dari tadi. Pengkhianatan bersembunyi di balik sampah. Kasih Sayang bersembunyi di balik awan tipis. Nafsu Kegairahan bersembunyi di dalam bumi. Kebohongan berkata pada Nafsu bahwa ia akan bersembunyi di dasar danau, padahal ia bersembunyi di dalam selimut. Ketamakan masuk ke dalam lubang bumi yang akhirnya ia kencingi karena lubang bumi itu terasa tak nyaman. Kesombongan bersembunyi di balik pohon tempat bersandar si Gila yang sedang menghitung. Ia yakin, tak akan diketahui oleh siapapun. Jenius sekali. Sementara itu, si Gila terus menghitung.

“81...82...82...”

Berbeda dengan yang lain, Cinta, seperti keraguan, belum bisa menentukan ke mana ia harus bersembunyi. Saat Kegilaan (nama panjang si Gila) menghitung sampai 99, Cinta segera melompat bersembunyi ke kebun bunga mawar. Kegalauan dan Keresahan yang melihat itu, mendadak tak bisa tenang.

“Aduh, kok sembunyi disitu sih? Jangan disitu, nanti kamu kotor. Baiknya kamu sembunyi di rumah yang bersih dan wangi. Bagaimana ini? Aduh...” ucap dalam hati Kegalauan dan Keresahan. Mereka tak bisa tenang sedikitpun.

Si Posesive tak kalah bimbang melihat Cinta bersembunyi di kebun mawar. Ia berpikir yang tidak-tidak.

“Bagaimana kalau ada ular disitu? Kalau kamu di makan singa bagaimana?” ucap Posesive dalam hati. Ia juga tak bisa tenang. Tapi, mana mungkin ada singa di kebun bunga mawar. Barangkali hanya singa yang mengalami kelainan seksual.

Akhirnya, menghitung pun selesai. Kegilaan mulai menemukan satu persatu teman-temannya. Tentu saja, Kesombongan yang kepalanya besar sangat terlihat dari balik pohon. Ia paling pertama ditemukan. Lalu Kemalasan, ia tak kemana-mana, malas bersembunyi. Di samping Kemalasan juga ada Kebosanan, ia memilih tak ikut bersembunyi, ia bosan. Selanjutnya Keraguan, sampai hitungan terakhir, ia masih saja ragu akan memutuskan bersembunyi di mana. Kemudian secara beruntun, Kegilaan menemukan Kelembutan di balik sinar purnama, Kasih Sayang di balik awan tipis, Kebohongan di balik selimut, dan nafsu di dalam bumi. Kegalauan, Keresahan, dan Posesive ditemukan secara bersamaan karena ribut sendiri. Satu persatu Kegilaan menemukan semuanya, kecuali Cinta. Karena tak kunjung ditemukan, kegilaan semakin hilang akal dan didekati oleh Putus Asa karena tidak berhasil menemukan Cinta hingga sabtu malam itu.

Penolakan dibisiki oleh Kemarahan yang gaib, bahwa Cinta ada di balik kebun mawar. Akhirnya ia mengatakannya pada Kegilaan dimana Cinta berada.

“Cinta ada di balik bunga mawar itu,” kata Penolakan pada Kegilaan.

Karena telah kehilangan akal sehatnya, ia telah lelah, akhirnya ia mengambil garpu taman dan menusuk-nusukannya secara serampangan ke arah semak-semak mawar. Dia terus menusuk-nusuk hingga terdengar suara tangis memilukan yang membuat tusukan si Gila berhenti. Cinta akhirnya keluar dari balik kumpulan bunga mawar sambil menutup mukanya dengan tangan. Di antara jari-jarinya mengalir darah segar yang ternyata berasal dari kedua matanya. Kegilaan terlalu ceroboh dalam tindakannya untuk menemukan Cinta, tanpa sengaja ia telah melukai Cinta begitu parah. Sambil terisak, Kegilaan berucap.

“Apa yang telah ku lakukan???” Kegilaan tertunduk lemas. “Aku telah membuatmu buta, bagaimana aku harus menyembuhkanmu?” sabtu malam itu menjadi sejarah tak terlupakan.

“Kamu tak mungkin bisa menyembuhkanku,” ucap Cinta. “Tetapi kalau kamu bersedia melakukan sesuatu untukku, kamu bisa menjadi pendampingku,” Sejak itulah Cinta menjadi buta. Namun karena didampingi oleh kegilaan, dalam kebutaannya ia mampu melakukan apa saja, tidak jarang hal-hal luar biasa.

Sementara itu, Kecerdikan yang ditemukan paling akhir, bukanlah pencetus ide petak umpet itu. Ia hanya perantara. Karena yang mengidekan itu, adalah Sang Kebenaran yang membisikinya pada Kecerdikan. Ia bersembunyi di balik semua itu dan pembuat skenario petak umpet tersebut.

1 comment: