Buka Puasa Bareng di Rumah Jon Quixote - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, July 31, 2012

Buka Puasa Bareng di Rumah Jon Quixote

serial Jon Quixote edisi 10 Ramadan, 31 Juli 2012

Buka puasa kali ini berbeda dengan biasanya, khususnya buat Jon. dia biasanya masih di jalanan saat maghrib, entah sedang mengantar susu sapi atau membeli perlengkapan ternak. yayasan yang dibikin keluarga Jon membuat acara buka bersama. apa agendanya? lengsernya kakak Jon sebagai kepala sekolah. apakah Jon akan naik pangkat, dari seorang gembel pengantar susu sapi menjadi kepala sekolah MI (Madrasah Ibtidaiyah) ?

setelah acara dibuka dengan persembahan ayat suci al qur'an yang dibacakan merdu oleh Jon, kakak Jon mengisi acara inti.

"Mulai setelah lebaran, insya allah saya sudah tidak duduk sebagai kepala sekolah lagi di sana, tapi sebagai perwakilan yayasan." kata kakaknya Jon. "Saya sudah terlalu banyak amanahnya : kepala sekolah, ketua DPC, Peternakan, pengurus pesantren, pembangunan bio gas. mungkin karena ini, kami (kakak Jon dan istri) belum dikaruniai anak."

"Alternatifnya ada tiga sebagai pengganti saya menjadi kepala sekolah. pertama adik saya, Jon. tentu saja semua ada plus minusnya. kedua pak fulan, beliau difitnah oleh orang pengecut dan dikeluarkan dari MI yang sedang dia pimpin sekarang, dan ketiga adalah seorang guru yang - kalau misalnya jadi - kita pinjam dari SD IT, untuk menjadi kepala sekolah di MI kita,"

sebelumnya, beberapa hari kemarin saat keluarga Jon melakukan musyawarah keluarga, kakak Jon yang perempuan, yang sudah PNS di suatu SMP negeri, bilang,"Kalo pak fulan yang memenej sekolah kita dan dikerjasamakan dengan Jon - yang ahli dalam administrasi sekolah (kurikulum de el el), itu akan matching banget," hingga akhirnya, keputusan diambil dengan menjadikan pak fulan sebagai kepala sekolah di MI itu. Jon bersyukur, soale kalau dia yang jadi kepala sekolah, bisa-bisa itu sekolah bukannya tumbuh malah layu sebelum mekar. karena Jon juga belum siap.

Di siang hari sebelum itu, kakak laki-laki Jon yang baru bangun tidur, berkata padanya, “Mulai Januari, kamu pegang ya kepala sekolah MI. Saya sudah terlalu banyak amanah. Ternak sapi, pembangunan biogas, ketua DPC, bisnis bibit unggul, juga pesantren. Saya kerepotan,”

“Ehm...” Jon puyeng tujuh belas keliling. Ia mengira kakaknya sedang mengigau. Mungkin benar kata banyak orang, bahwa ramadan adalah bulan penuh berkah. Tapi, amanat seperti itu, termasuk berkah atau musibah untuk bocah kerempeng pengantar susu sapi?

sebelum Jon lulus kuliah saja, kakak Jon sudah ngebet pengin jadiin Jon pemimpin di sekolah itu. tapi Jon menolak, ia sadar dengan kemampaun dan kapasitasnya.

"Mas, aku ini anak kemarin sore. apa nggak masalah nantinya amanat itu aku pegang? tentu saja, aku siap dengan segala resikonya. masyarakat akan merendahkan sekolah kita, aku akan dibilang anak yang 'berlindung di bawah ketiak orang tua', dan omongan-omongan lain. buat ku nggak masalah, tapi apa yayasan siap sekolah itu dipegang orang yang belum berpengalaman?

tapi syukurlah, memang Jon tidak ada tampang menjadi orang penting. mungkin satu-satunya yang menganggap penting Jon adalah sapi-sapinya yang minta dikasih makan. dikabarkan, seorang rekan kakak Jon yang menjadi kepala sekolah di MI lain, terkena fitnah. ia dikatakan sebagai kepala yang tak becus paleo javanicus (Lah?). padahal, sebelum kepala sekolah itu masuk, jumlah siswa di sekolah tersebut hanya 60 butir (Kelereng kali yak?). tapi setelah dua tahun kepala sekolah itu menjabat, kini sudah sampai 350 siswa. apa alasannya? kepala sekolah tersebut kader partai keislaman yang dikebiri oleh masyarakat - seperti kakak Jon. mereka diasin(g)kan, dibenci ramai-ramai. Jon memang tidak ikut bersama partai kakaknya, karena ia sudah memiliki partai sendiri. Partai HORE namanya, beranggotakan manusia-manusia gembel dan kere, juga memble dan geblek. kasian sekali Jon Quixote.

No comments:

Post a Comment