My Diari (potongan kisah) 2 - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, July 6, 2012

My Diari (potongan kisah) 2

senin, 18 Juni 2012, Jembatan cicaheum pukul 17.05

C'mon, Son. let's back to the work. (ucapan ayah panda dalam kungfu panda)

dan akhirnya, aku menyelesaikan misi studi di Bandung. pfyuh, begitu banyak cerita yang aku dapatkan di sini. dua catatan harian ini hanya sebagian, masih ada ratusan halaman lain yang belum aku ketik di komputer. masih di buku tulis. banyak petualangan yang aku lewati. termasuk petualangan cinta yang tak kalah tragis seperti saat SMA (haha!). kemungkinan besar aku tak ikut wisuda, aku ingin menyempurnakan 'ketragisan' hidupku di sini. tapi saat ditanya teman mengapa aku tak ikut wisuda, aku jawab, "Gua nggak mau nunduk-nunduk di depan rektor!" haha



tadi pagi, ketemu teman saat mimosa (ospek kampus). Haris, anak kimia dari Tasik. ya ampun! dia baru nyusun proposal! aku masih ingat semua teman saat mimosa. jangankan lima tahun lalu, teman-teman saat aku TK saja aku masih ingat, semuanya. termasuk kenangan-kenangan tragis saat TK. bocah autis yang tak punya teman kecuali 'putri salju' (siswi yang kita saling suka, haha, baru TK udah boros pikirannya!) yang mau bermain bersama. teman-teman saat mimosa : Haris dari kimia, Vega dari teknik sipil, dua orang lagi cewek dari jurusan bahasa indonesia dan jerman tapi lupa namanya, dan terakhir, mahasiswi yang aku pakai namanya sebagai inisial ku di kampus, 'AFA'. aku suka dia, tapi dia nggak suka. haha. unrequited love. satu-satunya wanita yang pernah mengatakan 'benci' padaku. suatu saat akan aku ceritakan pada anak cucuku. mungkin.



sekarang aku menulis sambil duduk di besi belakang papan poster besar jembatan cicaheum. aku tahu, semua ini akan terlewati, dan pastinya, terlupakan. kehidupan, perjuangan, cerita-cerita satire, semua akan hilang terbingkai remang-remang dalam kenangan. cerita di buku diari pun hanya sepotong-sepenggal. tidak cukup untuk menceritakan kisah-kisah kusutku di sini. hanya sebagian kisah bahagia dan sepotong cerita duka. siapa sih di dunia ini yang menginginkan derita? namun, kita hidup bukan di surga. saat itu datang, derita, apalagi yang bisa kita lakukan selain menerimanya, dan tetap bertahan hidup. atau bahasa alkitabnya, "jika Tuhan mengambil apa yang kita cinta, memangnya siapa yang mampu menahan-Nya?" bahasa al qur'annya, "Jika Tuhan menahan rizqi (kebahagiaan) orang yang dikehendaki-Nya, siapa yang akan menegur-Nya?" tapi aku tidak setuju itu. seakan kita benar-benar menyalahkan Tuhan. Ia, disalahkan atau dibela, akan tetap dan terus menjadi Tuhan.



matahari tertutup awan di sebelah barat sana. cahayanya berpendar, seperti tetesan hujan yang jatuh ke tanah. aku tak mau munafik, seringkali aku juga memikirkan wanita. siapa wanita yang bisa aku yakinkan untuk menjadi pendamping hidupku kelak. seakan, luka di hati ini belum atau bahkan tak akan mengering, sembuh. sangat susah melupakan bayangan seseorang yang 'mendiami' hatiku selama kurang lebih 5 tahun ini. Ia, ia, ah, aku tak tahu. komunikasi yang aku lakukan, tak pernah mendapat jawaban. terakhir aku sms dia, aku mengikhlaskannya (memangnya siapa gue?haha). dan aku? belajar kembali menegakan diri, membasuh luka hati, berharap mampu setangguh dulu lagi. bahasa lebaynya, mungkin hatiku hancur, tapi tidak hilang. seperti air hujan, jatuh hancur saat menyentuh bumi.



di rumah nanti, ya, sebenarnya aku punya banyak mimpi. namun seakan jalan mimpi itu tidak ada. dan aku harus membangunnya terlebih dahulu. aku tak mau menjadi manusia yang dilupakan begitu saja nanti setelah mati. aku tak mau, kesempatan hidup ini tidak menghasilkan karya yang bermanfaat untuk umat. ya, ya, ya, aku akan mulai 'bertarung' kembali seperti saat masih kuliah. tak punya komputer, kosan sesempit kuburan, tak ada kasur, tak punya kekasih pula (haha, kasian!). selalu belajar mandiri dalam keterbatasan diri. terus bekerja keras. hilangkan semua pikiran-pikiran konyol. keberuntungan membawa konsekuensi di belakangnya. tak boleh malas, manja, dan hak hidup ku ini adalah milik semua manusia.

2 comments:

  1. Lagi patah hati ya kak? Hahaha..

    ReplyDelete
  2. haha,,emangnya kayu,pataaaah...haha
    eh,goyangannya anisa bahar jg bisa patah-patah tuh..haha
    normal,,manusia bisa seneng, bisa galau.. :p

    ReplyDelete