My Diary (potongan kisah) 1 - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, July 6, 2012

My Diary (potongan kisah) 1

Minggu, 17 Juni 2012, Taman Isola Kampus



aku tahu, saat-saat ini akan berlalu. karena itu, aku ingin mengabadikannya sekedar untuk kenang-kenanganku saat di rumah, kelak. besok, kemungkinan besar finishing misi di sini. memberikan skripsi yang telah dijilid dan kaset CD burningan skripsi.



kemarin, hari Rabu, aku mandi di sumur milik para penjual buku di lapak buku jalan dewi sartika. sumur tanpa sekat (penutup), yang siapa saja boleh mandi, pipis, cuci baju disitu. gratis! (haha). aku menunjukan kekonyolan orang desa di sana. mandi hanya menggunakan celana dalam. bodo amat ada yang memerhatikan, yang penting mandi! kalau pagi sih, aku berani mandi di tempat terbuka seperti itu. tapi kalau sore, idih, takut disergap dari belakang oleh PSK yang tinggal di sekitar situ. (haha). setelah mandi, aku juga cuci baju di sana. rasanya begitu bebas jadi orang nomaden. bisa bersantai dimanapun berada. selepas mandi, beli buku John F. Kennedy, 10 ribu perak! haha, penjualnya temen, jadi dapat murah. akhirnya, jam 2, setelah baju kering, aku ke kampus. sempat juga minta nomer telepon temen-temen di sana. barangkali ada buku bagus, mereka akan sms.



malam kamis, tidur di kosan Rizal, sejarah 2011. rabu sore aku ikut forum dia, ngobrolin Himpunan dan organisasi kampus. Dua kakak tingkat kami memberi trik-trik kalau debat dengan senior. seakan, senior jaman sekarang itu sama dengan di jaman mereka. sangat berbeda. sekarang, nyaris semua senior hanya suka sok berfilsafat, mereka tidak benar-benar mengoptimalkan akalnya. jika debat, mereka lebih mementingkan emosi daripada intelegensi.



Hari kamis ketemu Nia di perpustakaan. Dia bingung bisa ikut sidang skripsi Juni ini atau tidak. aku bilang, masih ada waktu. masih ada waktu. sepulang dari perpustakaan, kita jalan menuju masjid kampus. saat jalan, aku ceritakan orang-orang 'aneh' di sekitar alun-alun. beberapa hari kemarin aku tidur di alun-alun.



malam jumat tidur di Rizal lagi. sebenarnya aku juga nggak enak merepotkan orang lain. tapi bagaimana lagi. kasur dia juga cuma bisa buat dua orang berbadan kayak saya. untung kami berdua kurus, jadi cukup. mirip dua pria yang disorientasi seksual. (haha,gila!)



jumat jam 11 bimbingan skripsi. cuma sedikit, beberapa kata. dan bisa selesai tepat jam 2. selanjutnya ke tempat fotokopian. skripsi di kopi 3x, lalu dijilid hardcover. jam setengah 3, Eki (siswa saya waktu praktek mengajar) minta diantar ke Polban, dia mendaftar disitu. dia memang cocok masuk tehnik. biar kepolosan ala siswa IPA bisa hilang. anak tehnik kan rada gila. hehe



malam sabtu tidur di kosan Rifqi. wuih, nggak bisa konsen kalau disana mah. tanding PS melulu. nggak bisa baca buku, apalagi menulis. paling banter nonton bokep (haha!). di laptop Bakhruddin ada film 'one littre of tears'. aku tonton episode terakhirnya, saat Kitou Aya meninggal. dari buku diari dan film dia, aku semakin banyak menyimpan pertanyaan-pertanyaan yang 'menggugat Tuhan'. aku sempat menulis esai tentang itu. ada di blog.



sekarang, lagi di taman isola kampus. aku punya banyak mimpi, tapi aku tak pernah berharap pada siapapun lagi. pikiran dan khayalan-khayalan telah ku tekan sedemikian rupa. aku tak lagi membiarkan mereka (pikiran), seenaknya saja mengganggu hidupku dengan bayangan-bayangan yang belum tentu terjadi. setelah pulang nanti, aku akan bekerja keras. mengajar, membantu yayasan, bergaul dengan masyarakat bawah, dan aku akan berusaha membeli laptop dengan uang sendiri agar bisa menulis di mana saja dan kapan saja. seringkali inspirasi datang tak kenal tempat dan waktu. keyakinan akan masa depan yang hebat selalu ada, tapi aku tidak peduli. keyakinan tak mungkin bisa dihilangkan, karena aku punya hati. masih. seperti pikiran yang tak mungkin disingkirkan, karena aku punya akal. semoga saja masih normal. tapi pada keyakinan, aku tak peduli. dan pada pikiran, aku akan lebih hati-hati.

No comments:

Post a Comment