Lelaki yang tak berani melompat - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Sunday, November 3, 2013

Lelaki yang tak berani melompat

Ada benarnya nasehat Jon tahun 2011 lalu, ketika seorang perempuan hendak ku pinang dengan surat ar rahman.

"Elu sebaiknya nikah sama orang yang udah kenal," kata Jon.
"Lah, si 'ini' kan udah kenal, sekitar satu tahun," jawabku.
Dia menggelengkan kepala.
"Kalau lu nikah sama orang yang baru lu kenal, selain istrimu bakal kasian, candaan temen-temen kelasmu (kuliah) akan meyakinkannya,"
"Candaan apa, Jon?"
"Alien,"
"Ajib. Berlebihan lu ah,"
"Yak, siapa yang nggak bakal aneh coba, ini hari lu ceramah agama, dengan pencerahan sedemikian rupa. Lah, esok hari lu jadi sableng, bicara tentang pergaulan dan ekspresi budaya anak muda. Malam hari elu ngomongin pendidikan (anak, dewasa, manula), pagi hari elu ngomongin sixsense, supranatural. Belum lagi maenan sulap lu yang malu-maluin, lu sengaja buat nutupin kemampuan magis lu, kan? Orang yang nggak biasa hidup deket elu, mereka akan 'gila' ketika mengerti 'wujud' lu yang sebenarnya,"
"Tapi, da gimana lagi atuh?"
"Emang lu berani lompatin kakak perempuan lu yang belum nikah itu?"
"Emm... Enggak. Enggak berani. Resiko konflik keluarganya begitu besar,"
"Lah, terus kenapa elu tetep sama rencana Desember itu?" aku cerita pada Jon, awal Desember 2011, akan ke rumah perempuan itu. "Elu mah lelaki yang tak berani melompat, tapi ingin berada jauh di depan,"

Ajib. Si Jon itu.... sialan, tapi da bener.

Dan akhirnya, Desember 2011 itu aku tetap ke rumahnya. Tapi bukan untuk meminangnya, melainkan merelakan dan mendoakannya bersanding dengan laki-laki lain, yang Insya Allah lebih baik dariku (haduh, gazwat nih kalo tulisannya makin galaw,hihi). Sampai saat inipun, ketika ku beranikan diri untuk maju 'berkenalan' dengan seseorang, dalam kondisi my lovely sister yang masih jomblo, ternyata Tuhan 'melemparkan' ayatnya padaku innallaha ma'ashobirin, faidza faroghta fanshob. Dan tetap dalam kebahagiaan kejombloan (haha) qul huwallahu ahad : Tuhanku hanya Engkau, Allah, apapun yang Engkau takdirkan, aku bahagia, Insya Allah.

galawww gak yah? wah, ini adik-adikku yang mahasiswa bakal terbahak berguling-guling kalau baca tulisan inih. hehe

No comments:

Post a Comment