Peringatan (perayaan?) Tahun Baru Islam - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, November 5, 2013

Peringatan (perayaan?) Tahun Baru Islam

Selepas isya, Jon bergegas ke jalan raya alternatif Purwokerto di dekat rumahnya. Ada apa, kok tumben? Ternyata dia mau lihat pawai khotmil qur'an majlis taklim lingkungan desanya. Suasanya meriah sekali. Anak-anak berpeci serba putih, ibu-ibu qosidahan, ibu-ibu fatayat, para ustadz dan ustadzah yang saling berkumpul di barisan masing-masing. Si Jon bukan anggota jamiyah manapun, jadi ia lebih suka duduk di depan rumah orang dan melihat dari kejauhan. Sebenarnya, jika Jon nimbrung, pasti ia juga akan ditarik ke barisan, mungkin para ustadz atau di kumpulan anak-anak kecil yang bermain rebana. Jon Quixote suaranya tak kalah merdu dengan vokalis band yang serak-serak banjir.

Ada satu perasaan tak senang pada diri Jon, dengan apapun yang bernama 'perayaan'. Bahkan, ketika ia lulus kuliah dulu, ia pun tak mengikuti wisuda, karena bernuansa perayaan (pesta). Bisa jadi Jon Quixote itu manusia primitif ortodoks puritan yang ketinggalan jaman. Suatu saat ketika aku menanyakan rencana pernikahannya pun tanpa ada perayaan atau resepsi - padahal keluarganya 'kan orang berpunya!
"Nikah itu yang penting syarat dan rukunnya terpenuhi. Kalau misalnya ada rezeki, tambah santunan anak yatim, janda, dan jompo, itu mengikuti sunah," katanya.
"Situ mau begituan nanti kalau nikah? Lah, ndak ada resepsi ya ndak rame toh?" balasku.
"Nikah itu bukan perkara ramai atau ndak ramai, tapi mengikuti syariat rasulullah,"
Aku baru ingat, si Jon itu pernah bilang, kalau bukan karena sunnatullah, ia tak akan berikhtiar jemput jodoh. Entahlah, mungkin ia benar-benar sudah tak menginginkan apa-apa lagi, atau mungkin ia takut dengan kakak perempuannya itu.

Melihat Jon yang senyum-senyum sendirian, aku pun menghampiri : kasian 'kan kalau sablengnya kambuh.
"Ternyata tertariik juga kau ya?" tanyaku.
"Yaa.. hitung-hitung peringatin tahun baru Islam,"
"Cuma itu?"
"Iya. Ini juga 10 menit lagi pulang,"
"Lho, kok pulang? Di mulai juga belum itu pawai?"
"Cukup lihat akadnya saja, walimahannya ndak begitu penting,"
Halah, dia itu kalau ngomong sok berfilsafat.
"Tapi Jon, kalau lihat umat muslim yang ramai begini, saya jadi bangga lho,"
"Sama. Dan memungkinkan musuh-musuh Islam menjadi ketakutan,"
"Saya heran, dengan ramainya umat kita yang begini, kok masih bisa-bisanya ya ada yang berkonflik,"
"Sebenarnya, buat memecah-belah agama ini, cukup jauhkan saja mereka dari kitab dan akhlak nabi. Maka akan hancur dengan sendirinya,"
"Emm.. Tapi, kitab suci 'kan interpretatif, Jon? Kata ustadz A tafsirnya begini, kata Ulama B tafsirnya begitu, jadi gimana...?"
"Jika sudah begitu, maka akhlak nabi solusinya. Ketika ada orang sakit, barangkali kita jangan lihat sakitnya, tapi baca mengapa dia bisa sakit? Kalau ada orang konflik, jangan hanya lihat gebuk-gebukannya, tapi juga kausalitasnya. Jangan-jangan variabelnya sampai ke kita,"
"Sampai ke kita gimana toh?"
"Bisa jadi, kita yang disuruh amr ma'ruf nahyi munkar tidak saling mengingatkan. Dalam artian, kita saling cuek meski sebenarnya kita satu agama,"
"Iya ya. Mungkin sunnah puasa muharram juga ada hubungannya ya, dengan sikap anti-cuek itu. Misalnya, tradisi menyantuni anak yatim di bulan Muharram,"
"Puasa sunnah memang ada riwayatnya, 10 Muharram. Meski rasulullah belum sempat melaksanakan sunnah tanggal 9-nya, karena keburu wafat. Beliau meniatkannya tahun depan akan puasa 9-10 Muharram, tapi ternyata di bulan Rabiul Awal, beliau wafat. Tapi kalau menyantuni anak yatim, ndak mesti di hari muharram kali,"
"Eh, iya ya. Di sekolahmu itu, ada anak yatimnya ndak, Jon?"
"Ya banyak. Mau ngasih santunan toh? hehe"
"Uasem, bukannya ndak mau. Tapi kalau banyak ya ndak mampu saya,"
Tiba-tiba Jon berdiri dari tempat duduknya.
"Eh, udah mau pulang?"
"Iya," jawab Jon singkat.
"Itu.. Sholawatannya juga baru mau mulai," biasanya, Jon tertarik dengan apapun yang 'berbau' sholawatan.
"Ndak. Mau sholawatan sendiri di kamar,"

Grup rebana berbunyi, Jon pun melenggang pergi. Terdengar begitu syahdu sholawat nabi itu.

Yaa nabii saalaamm 'alaiika
Yaa rasuul salaamm 'alaika
Yaa habiib salaaamm 'alaika
Sholawatullah 'alaiika...

AAshroqal kaunub tihaaja
Biwujuudil mustofa ahmad
Wali ahlil kauni unsun 
Washururun kodtajaadaad...

Yaa nabii saalaamm 'alaiika
Yaa rasuul salaamm 'alaika
Yaa habiib salaaamm 'alaika
Sholawatullah 'alaiika...

Allahumma sholli 'ala muhammad wa 'ala 'ali Muhammad,,,

Selamat tahun baru hijriah 1 Muharram 1435 H

No comments:

Post a Comment