Engkau, yang terpenting - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, May 21, 2014

Engkau, yang terpenting

Berlalu-lah malam-malamku yang penuh diam
Tertegun membisu menuju satu titik pemahaman
Aku terlahir di jaman yang terlalu jauh, teman
Bukan waktu dan tempat yang seharusnya
                Duniaku bukan menara
                Di dalam elevator menuju  puncak
                Atau bahkan di atas ujungnya
                Aku berbeda, temanku
Tempatku di tengah lapangan berdebu
Bermain bercanda dengan anak-anak kecil
Berlarian kencang mengejar layang-layang putus
Tertolak hidup di istana dan oleh semua kemewahan di dalamnya
                Tempatku di jalanan bising
                Berkelakar dengan orang-orang depresi yang lelah hidup
                Membercandai dunia yang tak pernah masuk akal
                Bersama mereka yang telah lelah frustasi oleh zaman
Engkau, dunia, berhasil membuatku hina
Tapi, apakah itu masalah?
Cerita masa lalu manusia yang indah
Apakah kelak menjadi dongeng di alam barzakh?
                Jangan berkata engkau berkorban dalam suatu perang
Barangkali, tak ada yang memintamu untuk berjuang
Si miskin yang sakit atau si lemah yang teraniaya
Lupakanlah : hidupmu di atas menara atau istana ilmu atau duniamu
Ini hidupmu, temanku
Bukan si miskin atau si lemah itu
Bukan orang lain yang terpenting
Tapi engkau : maka lupakan saja mereka

No comments:

Post a Comment