Allah Tuhan yg kejam (?) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, January 25, 2018

Allah Tuhan yg kejam (?)

Katanya Allah maha tahu tentang rizki,  jodoh, kematian dan mengatur itu semua. Allah juga pasti tahu kalau akan ada ibu-ibu yang melahirkan anaknya di luar nikah dan membunuh bayinya karena malu. Kalau Allah tahu akan begitu, kenapa Dia masih saja mau memberi mereka anak? Kalau akhirnya juga anak itu pulang lagi ke Allah dengan dibunuh? Kenapa orang yang menikah bertahun-tahun Allah tidak memberi anak? Yg zina Allah kasih anak, yg nikah baik-baik dan menunggu-nunggu malah gak dikasih anak? Allah maksudnya apa pak?
----Pertanyaan siswaku kelas 12----

Pertama, mengapa Allah memberi anak pada mereka yg rasanya tak berhak dikasih anak? Sederhananya, Allah sudah membuat hukum di alam semesta, ada hitung-hitungan tertentu, yg jika ovum dan sperma bertemu dengan mekanisme (cara) tertentu, pasti jadilah anak. Tapi, apakah Tuhan tak bisa mencegah itu, agar mereka yg zina jangan dikasih anak? Tentu bisa, tapi Allah akan melanggar hukum yang dibuatnya sendiri. Tapi, apakah Tuhan tak bisa menghentikan itu (pembunuhan bayi)? Bukankah Allah maha kuasa? Tentu bisa, lagi. Tapi, jika begitu, Tuhan ikut campur dalam keputusan hidup manusia, maka Tuhan seakan meremehkan apa yg sudah Tuhan berikan pada manusia. Apa? Akal pikiran. Tapi kan kasian? Itu, terjawab dalam dasar agama kita, yaitu iman kepada hari akhir. Bahwa nanti, suatu saat akan ada batas waktu ketika setiap manusia ditanya, ditagih, apa saja yang sudah dilakukannya saat di dunia. Tidak ada yg luput atau lolos dari persidangan hari itu.

Kedua, kenapa yg nikah secara baik-baik ada yang belum dikasih anak bertahun-tahun, sedangkan yg zina langsung dikasih anak? Setiap pertanyaan menggugat seperti ini, kita jangan jauh-jauh dari quran. Banyak ayat yg menjelaskan secara keimanan, juga secara keilmuan. Tidak ada yg percuma di dunia ini. Tuhan tidak main-main dalam menciptakan dunia ini. Robbana hadza ma kholaqta bathila. Kita ubah sudut pandangnya, dari yang menyudutkan bahwa Allah salah, menuju sudut pandang lain, yaitu kehidupan sosial. Banyak alasan mengapa orang-orang belum sampai ke 'hitung-hitungan' Tuhan agar mereka dikaruniai anak. Bukan tentang mengapa Tuhan begitu, tapi bagaimana caranya agar kita bisa. Karena Tuhan telah membuat hukum semesta ini secara sempurna. Bukan masalah zina atau nikah halalnya, bukan masalah banyak dosa dan salahnya, itu urusan medis. Bagaimana sperma bertemu dengan cara tertentu, agar mereka bersatu. Tapi karena kita lemah ilmu, terlebih lagi iman, seakan-akan semua itu adalah salah Tuhan. Jangan ditahan ya pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Kamu bebas bertanya apapun padaku.

No comments:

Post a Comment