Persidangan malam ini - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, January 22, 2018

Persidangan malam ini

Malam ini aku bertemu dengan diriku dalam persidangan 
Antara akal yg menjadi hakim pimpinan 
Hatiku sebagai jaksa pembela di sisi kanan
Hasrat si pengadu yg tak pernah puas akan takdir Tuhan 
Dan akulah sang terdakwa yg mengharap ampunan 
 
 
Aku mencintaimu benar di malam ini 
Hatiku membela dari awal dan mungkin sampai berakhirnya hari 
Hasrat menuduhku tak tahu diri 
Menyiksaku dengan kenangan masa kelam yg bersembunyi 
 
Hasratku bergemuruh teriak kau tak seperti dia yg pertama 
Ia yg terlahir bak putri raja 
Dengan darah biru dan kemanapun menaiki kereta kencana 
Seorang pangeran telah membawanya 
Tapi hasratku menolak untuk lupa 
 
Hati membela 
Biarkan tiap manusia bersama kebahagiaannya 
Aku denganmu dan mereka pun bersama dengan yg dicinta 
Hidup hanya sekali mengapa memberi ruang untuk benci 
 
Hasrat bergelojak lagi 
Kau tak seperti ia yg kedua 
Berwajah purnama dan indah memainkan nada-nada 
Atau seperti yg ketiga 
Seorang ratu ksatria penolong domba-domba yg tersesat dari jalannya 
Kau berbeda dari semua dan hasrat belum mau juga menerima 
 
Hati membela 
Apakah harus menjadi mereka agar aku mencintaimu 
Layaknya bingkai yg cukup menempel di dinding saja 
Mereka yg di masa itu sedang bahagia di sana 
Mari buka tangan kita 
Menerima jalan takdir yg memang kita tak pernah menyebutnya biasa 
 
Tak ada manusia yg bersih dari kisah cinta 
Mengejar terjatuh hina 
Atau dalam diam disukai banyak wanita 
Sudahlah, ayo, 
Bukankah langit telah menunjukan tugas kita 
Menemani mereka yg hidup teraniaya 
Dan melahirkan anak-anak yg mencintai tanah airnya 
 
Akal sebagai hakim pun memutuskan 
Membebaskan hasrat dalam satu pelukan 
Dalam hati yg penuh kehangatan 
Cinta yg tak memberi ruang untuk dendam

No comments:

Post a Comment