Wujud zat kelima - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, January 23, 2018

Wujud zat kelima

Selain serial si Jon de series, forum BRN, ini kisah de series terbaru, kisah dialog empat mata antara Jon dan istrinya. Episode satu. :D 

Waktu yang paling baik antara seorang suami dan istri di antaranya adalah selepas maghrib. Seperti yang sudah direncanakan si Jon, pelan-pelan pemahaman yang ia miliki tentang segala hal akan ia berikan pada istrinya. Tentu tanpa ada paksaan sedikitpun untuk menerima pengetahuan-pengetahuan si Jon yang cenderung aneh dan 'tak terpikirkan'. 

"Ada siswa yang tanya," kata Joan selepas maghrib berjamaah lalu. "Kenapa di surah at taubah nggak boleh baca 'basmalah'? Terus aku jawab dengan penjelasan umum, karena isi surah itu adalah balasan untuk orang-orang kafir yang menyelahi kesepakatan atau janji. Terus siswa tanya lagi, 'Kalau Allah maha pengampun, kenapa nggak dimaafkan saja orang-orang kafir itu? Bukankah Allah maha pemaaf dan pengampun?' Nah, yang ini aku belum jawab," 

"Pertanyaan pertama tadi memang umum, banyak orang yang tanya itu, dan berhenti di sana," Jon langsung menjawabnya. "Tapi pertanyaan kedua, itu nggak biasa. Anak kelas 10 sudah bisa bertanya 'menggugat' seperti itu baiknya kita apresiasi dan tuntun pelan-pelan. Itu pertanyaan cerdas." 

"Pertanyaan kedua, nuansanya sama seperti pertanyaan, 'Jika Tuhan maha pengampun kenapa neraka diciptakan? Kenapa tidak diampuni saja dan semuanya dimasukan ke surga?' pertanyaan seperti ini tergolong cerdas. Jarang ada guru yang mampu menjawabnya pelan-pelan dan logis. Itu pertanyaan analogi (perbandingan), jawabannya juga muncul dari analogi lagi. Misalnya, kalau siswa A tidak mengerjakan PR, siswa B mengerjakan PR, apakah adil kalau siswa A diampuni saja tak diberi peringatan atau bahkan hukuman? Kalau begitu, kenapa siswa B harus mengerjakan PR, toh nggak mengerjakan juga nggak ada masalah? Ini misalnya," 

"Jadi, surah at taubah yang tanpa basmalah itu, yang berisi seakan kemarahan Tuhan pada orang-orang kafir pantas mereka dapatkan?" Joan menanggapi. Dijawab dengan anggukan Jon yang menandakan logikanya sampai. "Em, terus ada yang tanya lagi tentang...titik ba, yang ada kaitannya sama penjelasanmu, tentang penciptaan jin, itu bagaimana?" 

"Wujud zat ada berapa?" tanya Jon. 

"Empat," jawab Joan. 

"Apa saja?" 

"Padat, cair, gas, plasma," 

"Ada satu lagi, yang oleh Einsten dan Thomas Young, dua-duanya ilmuwan fisika, diperdebatkan, tapi sama benarnya," Jon memancing pemahaman Joan. 

"Apa? Aku kok belum pernah dengar?" 

"Padat, cair, gas, plasma, dan cahaya," lanjut Jon. "Einsten bilang cahaya itu partikel, Thomas young bilang cahaya adalah gelombang, fisika ilmu eksak/pasti tapi nyatanya relatif juga," 

"Padat, cair, gas, plasma, cahaya, tapi tingkatannya terbalik," Jon mengulangi lagi. "Pertama cahaya, di antaranya adalah Nur Muhammad/qalam, lauhul mahfudz, sidrah al muntaha, arsy, kursy, surga dan neraka, terakhir adalah malaikat. Kedua adalah plasma, api. Ini zat untuk menciptakan jin, mim marijim min nar, api tanpa asap. Ketiga adalah gas, nebula, bahwa setelah big bang segala sesuatunya adalah asap, gas, dalam qur'an disebut 'Ad Dukhon'. Keempat adalah cair, dalam qur'an atau injil kitab kejadian/genesis, segala sesuatu yang hidup berawal dari air. Dan kelima adalah padat, kita, manusia tercipta dari tanah liat yang kering, min sholsholin kal fakhor," 

"Jadi, ilmu fisika, biologi, kimia yang dirumuskan barat sebenarnya ada di qur'an?" 

"Itu terjadi saat abad pencerahan/renaisan. Buku karangan ulama Islam dari timur tengah dan spanyol dimobilisasi oleh ilmuwan barat," 

"Jin sama penampakan sama atau beda?" 

"Beda," 

"Penjelasannya?"

Bersambung...

No comments:

Post a Comment