Astaqoma - Yastaqimu - Istiqomah - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, February 7, 2018

Astaqoma - Yastaqimu - Istiqomah

Maka seluruh manusia akan setan sesatkan, akan ia belokan manusia dari kesungguhannya. Kecuali mereka yg ikhlas, totalitas berjuang menjual diri sepenuhnya pada Tuhan._Jon Q_

Ihdinash shirotol mustaqim, secara bahasa bukan berarti 'tunjukan kami jalan yg lurus'. Mustaqim dari kata 'astaqoma, yastaqimu, istiqomah'. Yg bersungguh-sungguh atau yg menegakan, memperjuangkan secara total. Ada nasehat, jangan jadi orang yg cerdas, tapi jadilah orang yg belajar terus menerus. Orang yg cerdas akan dikalahkan oleh orang bodoh yg total dalam belajar - terus menerus atau istoqomah.

Seorang sahabat muda hari-hari ini meminta diskusi. Ia menghubungi tengah malam, mengharap pencerahan di usia akhir mahasiswanya. Saya bukan tipe mahasiswa (mantan mahasiswa) yg sebenarnya layak dicontoh. Lulus jauh dari nilai cumlaude, pun tak mengikusi prosesi wisuda kelulusan. Tak banyak teman yg betah berkawan denganku, karena mungkin saya terlalu aneh atau keras kepala.

Seperti janji setan yg akan membelokan setiap manusia dari kesungguhannya, saya pun keras kepala untuk menjadi manusia yg sungguh-sungguh selalu mencari jalan yg lurus. Tak tergiur ajakan apapun selama masa kuliah selain dalam jalan perlawanan pada setan yang totalitas ingin membelokan langkah saya.

Tak apa menjadi mahasiswa polos, dulu saya lebih lugu. Dianggap stress, setengah waras, sesat, justru karena keluguan saya yg selalu mempertanyakan standar nilai kehidupan banyak orang, khususnya teman-teman aktivis kampus. Jangan pernah berhenti mengumpulkan banyak pertanyaan. Qur'an melarang kita mengumpulkan harta, aladzi jama'amalaw wa addadah. Tapi tidak melarang kita mengumpulkan banyak pertanyaan. Pada siapa kita bertanya? Faz'alu ilaa ahl dzikr inkuntum la ta'lamun. Bertanyalah pada orang yang paham. Bukan hanya memahami pertanyaanmu, tapi juga memahami bahwa kita sangat haus akan pemahaman. Robbi zidni ilma, wa arzukni fahma.

Bacaan selanjutnya

 Rahbaniyah                                                                               Menggoda setan       

No comments:

Post a Comment