Fitnah kami sekali lagi - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, February 26, 2018

Fitnah kami sekali lagi

Jangan melawan musuh yg kau tak tahu seberapa kuat dia. Atau jangan sekali-kali menganggap orang yg tak mau bermusuhan sebagai musuh. Kejahatan hanya akan mengenai mereka yg melakukannya. Lihat saja._Jon Q_

Si Jon sudah pernah membayangkan tentang fitnah itu. Dia masih muda - mungkin tak begitu tampan, berhidung panjang, kepala sekolah, anak orang terpandang, dan sedang dalam 'pertarungan' melawan ustadz-ustadz kacangan. Sebuah fitnah berhembus lagi.

"Ada kabar tak menyenangkan tentang sekolah kita pak," lapor seorang guru.

 "Apa itu pak?" tanya si Jon.

"Ada yg mengabarkan, guru sekolah kita ada yg berzina di gedung belakang," kata gurunya lagi.

 Jon beristighfar. Tersenyum, senyuman siap 'perang' lagi. "Kapan kabar itu disebarkan pak?"

"Sebelum puasa,"

Jika kau ingin menghancurkan kehidupan orang, keluarganya, keturunannya, sebarkan saja fitnah. Itu pepatah lama. Apakah benar? Mungkin. Tapi dunia ini tak pernah berhenti. Dunia ini mungkin bukan tempat yg nyaman untuk ditempati. Banyak perang, penderitaan, kemiskinan. Tapi tak ada yg bertahan lama, khususnya untuk sebuah kejahatan.

Ramadan tahun lalu Jon berjibaku dengan tugas-tugas besar. Dengan kekecewaan yg menggelikan. Mulai tertolak oleh siswanya sendiri, sampai menolong orangtua siswa yg dikejar-kejar polisi. Tumben, ramadan ini nampak tenang-tenang saja. Jon pun mulai resah. Justru terkadang kondisi sepi yg lebih membahayakan. Dan malam ramadan pertama ini pun terbukti. Dua tugas besar menanti ia lawan. Dua? Apa satunya?

Bacaan selanjutnya

Fighting                                                                                                        Palestina itu aku

No comments:

Post a Comment