I Can't Found You - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Sunday, February 25, 2018

I Can't Found You

Perjalanan mengenal Tuhan dimulai dengan ungkapan-ungkapan yg membuat manusia merasa kecewa (Deepak Chopra). Ia yg terus mencari Tuhannya, seperti seseorang yg mencari-cari suara dalam kegelapan. Ketika cahaya menyinarinya, ia mengerti yg selama ini ia cari adalah dirinya sendiri._Jon Q_

Seorang ilmuwan gnostik (bertuhan tanpa agama) tak berhenti mencari Tuhannya. Ia seorang alchemist, ahli kimia, tapi juga mendalami biologi, astronomi, genetik, botani, dan masih banyak lagi. Ia yakin, dengan mendalami semua itu, ia akan menemukan Tuhannya. Tapi ternyata tidak. Ia tak menemukan Tuhan dalam reaksi kimia apapun, penelitian DNA yg rumit, atau bintang terjauh, Tuhan 'tidak ada'.

"Aku tak bisa menemukan-Mu," kata ilmuwan itu. "Engkau benar-benar mengecewakan keyakinanku,"

Ia tak menyadari, 'sesuatu' yg menuntunnya menemukan dasar-dasar terdalam pada penelitiannya. Ia tak sadar, Tuhannya menemani dari awal ia mencari-cari-Nya.

Ada orang yg sekali berdoa langsung terwujud. Tapi ada yg bertahun-tahun berdoa tak kunjung terkabul.

Ada orang yg hanya menyandarkan harapannya pada Tuhan. Ia bertahan dari segala godaan yg membuat jiwanya bergetar ingin melakukan apa yg dilakukan banyak orang. Tapi Tuhan tak kunjung mewujudkan apa yg diharapkannya.

 Manusia tertipu pikirannya sendiri. Membayangkan Tuhan yg tak bisa dibayangkan, memaksa Tuhan yg dibayangkan itu untuk mengabulkan doa-doanya, harapan-keinginannya.

Mendapatkan cinta Tuhan tanpa pernah bertemu dengan-Nya, seperti mendapatkan surga tanpa berada di sisi-Nya. Seperti mendapatkan cinta seseorang yg kita dambakan tanpa memilikinya.

"Kau mendapatkan surga, tapi tak bisa kau bersama-Ku disana," kata Tuhan pada seorang hamba.

"Kenapa Tuhan? Bukankah aku telah beribadah dan menumpuk pahala?" tanya sang hamba.

"Kau harus memilih, mendapatkan surga atau berada di sisi-Ku. Karena Aku tak berada di sana. Aku di tak berada di dalam atau di luar segala sesuatu, tapi selalu dekat,"

Bacaan selanjutnya

Memahami kesepian-Nya                                                                                         Kasyafah       

No comments:

Post a Comment