'Irji'i ilaa..... - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, February 5, 2018

'Irji'i ilaa.....

Kembalilah... Pulanglah ke dalam dirimu yang selalu menerima apapun keadaanmu. Ia menerimamu ketika kau baik, dan ia pun menerimamu seburuk apapun kau berlumur kesalahan._Jon Q_

Ada sesuatu yang selalu mengeluarkan ingatan-ingatan yang pada awalnya tak kita ingat. Ingatan yang mengajak kita bicara, atau berkhayal, atau membicarakan seseorang yang kita suka atau benci, yang membuat fokus kita hilang. Menjadikan kita tak menikmati sedang berada di mana dan sedang apa. Ia membongkar ingatan-ingatan yang kita lupa, menggoda pikiran kita agar menanggapinya, menggoda perasaan kita agar meluap. Menjadi marah, benci, curiga, dendam, atau negativitas lainnya yang membuat ketenangan jiwa lenyap. Siapa dia? Siapa dia yang mengeluarkan ingatan-ingatan yang telah kita lupakan?

Asumsi awal, dia adalah kembaran kita. Makhluk yang terlahir bersamaan dengan kelahiran kita. Dia tak nampak, sedangkan kita adalah materi.

 "Tiap manusia dilahirkan dengan kembarannya masing-masing," kata rasulullah suatu saat. "Dia mengetahui segala hal yang kita pikirkan dan perbuat,"

 Seorang sahabat bertanya, "Apakah engkau juga wahai rasul?"

"Ya, tapi Allah menjadikan dia lupa apa yang aku kerjakan," jawab rasul.

Dia menggoda manusia tiap saat. Karena dia begitu halus, di dalamnya, setan berkuasa. Kembaran sang nabi tak bisa mengingat apa-apa, (mungkin) karena apa yang dilakukan rasul lebih kuat daripada godaan setan pada kembarannya. Setan menggoda kembaran manusia, dan dia menggoda manusia untuk mengikuti apa saja pembangkangan pada Tuhan.

Maka Tuhan tak mau kalah dengan kedekatan setan pada kembaran itu dengan berucap, "Fa'idza sa-alaka ibadi anni fa inni qorib," Aku berada di dekatmu, wahai hamba-Ku.

 Yaa ayatuhan nafsul muthma'inah, 'irji'i ilaa robiki rodliatam mardliah, fadkhuli fi ibadi, fadkhuli jannati.

Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah, pulanglah kepada sisi Tuhanmu yang menerimamu apa adanya engkau, pulanglah dan kembali menjadi hamba-Ku yang tak terbawa si penggoda, dan tetaplah dalam kedamaian yang Ku sembunyikan di dalam dirimu sendiri!

Bacaan selanjutnya

Laqod jaa-akum                                                            Tercipta dari diri yang satu

No comments:

Post a Comment