Kepedihan yang teranggap lucu - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, February 21, 2018

Kepedihan yang teranggap lucu

Orang latin (italia selatan) bilang, Carpe Diem. Raihlah sekarang. Gapailah saat ini. Jika gagal dan berkali-kali gagal, setidaknya kau membuktikan pada dunia, dan lebih penting pada Tuhan, seakan kau berteriak pada-Nya, 'Tuhan, lihatlah. Kau tak salah menciptakan seorang lagi manusia yg tak kenal kalah!' dan lanjutkanlah berjalan._Jon Q_

Si Jon lagi fokus mendengar brainstorming sahabatnya dari luar kota sana, tentang persoalan LGBT yg ia hadapi sendiri. Hidup memang pembelajaran tanpa henti. Tiba-tiba ada kabar dari kekasihnya yg sedang jauh di sana. Ingin bercerita, yg nyaris sama dengan kisah Jon sebelum bersamanya.

"Laki-laki itu datang," cerita Joan, kekasih Jon sambil menangis ketakutan. Sebelum dengan si Jon, Joan berhubungan jarak jauh dengan seorang pria. Tapi karena ia tak teguh pendirian, kurang berani, dan 'menghilang' begitu saja, Joan mengirim surat elektronik pada pria itu tentang keputusannya. Yaitu mendatangi si Jon yg telah berkali-kali mengalami kegagalan cinta. Yeak!

Terdengar lucu ya? Orang biasa menertawakan teman atau orang lain yg, seperti kisah Jon dan Joan, ditinggal menikah. Orang bisa bilang,

"Kyahaha, ditinggal merit luuu, bhahahaha..." entah ini lucu, atau sebaliknya, pedih.

Jon sendiri tak pernah bertindak seperti pria itu. Jon the forgiveness. Dia orang yg mudah jatuh cinta, juga mudah melepaskannya. Hasil proses dari kepedihan yg berulang-ulang pada beberapa wanita, dan dia tak kapok untuk mencari lagi. Belasan wanita menolaknya, Joan, yg bahkan kekasihnya di masa lalu seakan tak bisa melepasnya, justru jatuh hati pada Jon. Itu pasti efek pelet.

"Mas kemana? Aku kirim email, aku telepon," kata Joan sambil menangis di hadapan si pria. "Sekarang aku telah menjadi milik orang lain," suasana menjadi sangat dramatis. Melebihi film K-Pop.

"Aku menabung, aku persiapkan segalanya buat pernikahan kita awal tahun nanti," kata si pria. "Kamu-, kamu tak paham perasaanku!"

Jon pernah seperti itu. Hanya dalam level lebih rendah. Perempuan yg Jon datangi, dan dia pun menyukai si Jon, sudah dua bulan menjalani ikatan tanpa status dengan pria lain.

"Kak Jon kemana? Kakak tahu selama ini aku suka sama kakak. Tapi sekarang," kata perempuan itu. "Aku sudah jadian sama orang lain, kakak datang. Aku mesti apa?" dramatis.

Jon... Jon. Di desa tanah kelahiranmu itu hanya memberi derita, di kota sana ada gembira dan kenangan cinta. Kau malah memilih 'melarikan diri'. Qodaro, yakdiru / takdiro, ikdaru. Qodaru fi'il muhdhor, sesuatu yg sedang terjadi, takdiro fi'il mahdi sesuatu yg telah terjadi. Maka, maa ashoba min mushibah fil ardl wa la fi anfusikum, illa fi kitab. Semua telah tertulis. Tak bisa diubah, kecuali yg belum kau pilih. Maka raihlah. Jika gagal, hijrahlah pada yg lain. Itu, yg Jon lakukan. Untuk apa datang pada ia yg menutup pintu padamu?

Bacaan selanjutnya

Jejak-jejak masa lalu yang tertinggal                          Mengembalikan separuh jiwa yang hilang 

No comments:

Post a Comment