Mayoritas penduduk neraka adalah perempuan - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, February 20, 2018

Mayoritas penduduk neraka adalah perempuan

Minggu, 11 Februari 2018

Ada hadits yang berkata bahwa di neraka kelak akan dipenuhi oleh perempuan. Masuk akal. Karena laki-laki atau perempuan tanpa pelayanan, pada istri-suaminya, ia tak memiliki amalan kehidupan yg cukup pantas untuk memasuki surga. Kenapa?

Menjadi istri yang taat saja, menaati suami yang taat pada Tuhannya, istri tersebut sudah layak memasuki surga. Menyiapkan makan-minum suami, melepasnya dengan doa saat kerja, menyambut kepulangan suami dengan senyum, menguatkan ketika suami merasa jatuh dan lemah, dan pemenuhan kewajiban-kewajiban lainnya sebagai  istri, itu cukup untuk membuatnya layak masuk surga. Terlepas yang terjadi adalah sebaliknya, itulah kehidupan. Selalu dinamis. Itu baru istri, belum kewajibammya sebagai ibu.

Kenapa hadits itu berkata perempuan? Pengkhususan, bahwa untuk mudah memasuki surga, menikahlah. Perempuan sebagai istri yg taat dan ibu yg paham kewajiban, berada 100 tahun di depan para laki-laki yang berbaris menuju surga. Bahkan, imbalan para syuhada pun kalah hanya karena pahala ibu yang sedang mengandung, belum melahirkan dan mendidik anak dengan tetap menjadi istri yg taat. Itu semua kenapa orang-orang feminis melihat Islam ini tak adil. Jadi perempuan itu berat, deskriminasi oleh Tuhan, dan sebagainya. Kita jangan hanya melihat kehidupan saat ini saja. Jangan hanya melihat hidup ini hanya di dunia ini saja. Syarat menjadi seorang muslim adalah ia wajib mengimani hari akhir, hari pembalasan total. Yang baik akan mendapat kebaikan seutuhnya, yang hidupnya jelek pun sama.

Teruslah belajar, berpikir, tabah, dan ingatkan suamimu jika memang dia menyimpang dari jalan Tuhan. Jangan seperti orang-orang yang membenciku di sini. Mereka mengejek, menyalahkanku di belakang, tapi ketika aku datang untuk tabayun, mereka enggan. Itu seperti anak kecil yang mengejek temannya dari kejauhan, tapi ketika teman itu mendatanginya, belum saja dia sentuh, si anak pengejek sudah menangis ketakutan. Sedang aku tak ingin menyakiti siapapun. Aku hanya ingin paham, dan memahamkan. Jangan seperti seorang perempuan yang menguraikan gulungan benang yang sudah kuat dirapikan (an nahl :92). Lalu setelah benang itu terurai olehnya, ia menyalahkan orang lain yang tak mau menggulungnya kembali. Jika pemahamanku, ilmu yg dititipkan Tuhan padaku ini, membuat orang lain merasa tersakiti, jika Tuhan membolehkan pun aku akan diam. Tapi kenyataan sebaliknya, kita wajib mendidik. Satu ayat saja wajib tersampaikan, terlepas orang itu mau menerima atau menolak. Dan yang harus pertama dipahamkan adalah orang-orang yang kita sayang di dekat kita : keluarga. Ku anfusakum wa ahlikum nar. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Dan cinta adalah tentang ketabahan. Ia yang dicintai tapi menolak, maka kerugian bukan pada seseorang yang mencintainya. Cinta tentang ketulusan, aku untukmu tapi kau tak harus untukku, lalu ini dikatakan oleh kedua pihak. Dari ini akan muncul kemesraan, totalitas, penyatuan jiwa. I love u, whatever u r.

Bacaan selanjutnya

Orang-orang yang menelan neraka                                              Allah Tuhan yang kejam?

No comments:

Post a Comment