Menggoda setan - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, February 5, 2018

Menggoda setan

Dia yg mampu mengendalikan tekanan hasrat keinginan dan amarahnya, bahkan sebelum ia meninggalkan tubuh fananya, adalah orang suci. Dia adalah orang yg berbahagia._Baghawad Gita_





"Memangnya kita nggak boleh hidup nyaman, Jon?" sanggah si Dul. "Memangnya salah hidup nyaman? Wong ulama saja banyak yg kaya dan sepertinya hidup nyaman kok,"

"Apa salahnya Jon, santai sebentar menikmati hidup?" bela Bon menambahkan si Dul.

"Makanya ayatnya bilang, qumil layla illa qolila," jawab Jon melanjutkan tentang kenyamanan tadi. "Cuma sedikit orang yg sanggup menjaga kesadarannya, menyerahkan total diri sepenuhnya pada Tuhan,"

"Termasuk para ustadz, mas?" sergah Tum.

"Iya,"

"Kyai?" tambah Li.

"Iya,"

"Termasuk kau, Jon?"

 "Apalagi aku,"

"Ya terus apa yg dikehendaki Tuhan secara umum pada umat manusia?" kata Beth.

"Kebahagiaan, yg mengalir, yg tak terpenjara waktu dan ruang,"

Hening.

Tatapan mereka tertuju pada Jon dengan raut wajah bertanya : 'maksudnya?'.

 "Tajriy min tahtihal anhar, surga, kebahagiaan itu mengalir," lanjut Jon. "Jam 2 pagi ini kita bahagia, tapi jam 4 nanti kita hening, atau sedih, berarti itu bukan kebahagiaan. Karena kebahagiaan itu ajeg, kekal,"

"Maksudmu surga nggak mesti didapat di akhirat, gitu?" sanggah Bon.

"Kebahagiaan, Bon, kebahagiaan," Beth meluruskan.

"Eh, iya, itu maksudnya," Bon terkekeh.

Yg ditanya mengangguk.

"Bagaimana mungkin?" Dul dan Bon kompak.

"Aku juga belum mampu," kata Jon melanjutkan. "Aku masih belajar, bagaimana agar selalu menggagalkan saran-saran setan. Agar selalu menggoda setan untuk menggodaku, sedang aku tahu dia sedang merayuku untuk mengikutinya. Untuk marah, curiga, benci, dendam, dan negativitas yg lain. Karena aku menggodanya, dan dengan izin Allah aku mendengarkannya seperti mendengarkan suara kalian, tak jarang aku menang dan membuatnya marah. Dia menggoda sepenuh hati, aku mengangguk-angguk, tapi hasil akhirnya aku menolak tunduk. Kita belajar menjadi muslim seutuhnya, manusia yg tunduk pada Tuhan secara total meski kita tahu itu hampir-hampir mustahil,"

Bacaan selanjutnya

Anak kecil kesayangan Tuhan                                            Refleksi sebulan ramadhan                        

No comments:

Post a Comment