Muda Sang Nabi - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, February 1, 2018

Muda Sang Nabi

Jangan kau ikuti langkah-langkah setan. Seperti apa langkah-langkahnya? Logikamu bertahap hancur, kau menjadi bukan dirimu yg biasanya - lebih buruk, dan yg lebih penting : kau seakan menikmati keinginan yg menggebu-gebu._Jon Q_ 
Ada riwayat yg mengisahkan Muhammad ibn Abdullah ketika usianya menjelang 20 tahun. Ia diajak kawannya memasuki 'rumah ramai' (jaman ini mungkin diskotik atau semacamnya). Ia pemuda normal, penuh penasaran, tapi kebaikan akhlaknya menjaganya selalu. Rumah itu dikisahkan banyak musik terdengar, khamr (arak), dan perempuan-perempuan penggoda. Apa yg terjadi? Ia duduk beberapa menit, kepalanya pusing, pingsan, dan terbangun esok harinya ketika orang-orang telah pergi. Kisah ini, aku sendiri tak yakin, tapi logis. 
Anak muda dipenuhi keingintahuan, semangat berpetualang, bertarung, dan hal-hal yg membuat adrenalin terpacu. Muhammad muda tak pernah pacaran, dia sangat menyukai perempuan, ia normal, tapi kesadarannya mengatasi rasa inginnya pada perempuan. Ia miskin, yatim piatu, jika memang tampan pasti akan ada riwayat yg menceritakan kekaguman perempuan-perempuan arab pada Muhammad muda seperti kisah ayahnya, Abdullah saat muda. Sebagai anak muda, nabi juga jatuh cinta, bahkan karena latar belakangnya yg miskin dan yatim piatu, ia mengira masih bisa menyukai sepupunya sendiri, Ummu Hani, anak pamannya, Abu Thalib. Ia mengira bisa meminangnya, tapi ternyata gagal. Menyukai wanita arab pada umumnya, ia tak bisa : siapa yg mau dengan pemuda miskin dan yatim piatu? Menyukai sepupunya pun, ia tak bisa. Anak-anak labil akan protes : Tuhan maunya apa sih?! 
Tapi, kegagalan cinta saat ia muda, justru menjadi hal baik. Ia fokus kerja - meski hasil kerjanya dibagi-bagi pada fakir miskin, dan nyaris tak ada riwayat sang nabi muda itu menyukai perempuan mana pun. Khadijah mengamati. Ada seorang pemuda yg begitu 'tak rasional'. Miskin, tapi gajinya dibagi-bagi. Tak terpelajar, tapi pintar berdagang, berdiplomasi. Khadijah mengutus budak perempuannya untuk bertanya pada sang nabi muda. 
"Wahai ibn Abdullah, apakah ada perempuan yg sedang kau sukai?" 
Jawab sang nabi, "Tidak ada," 
"Bagaimana menurutmu, jika ada perempuan arab, wanita terhormat, kaya, terdidik, menyukaimu. Apakah kau akan menerimanya?" 
 Sang nabi adalah pria pemalu. Ia tak sanggup memandang wajah perempuan lama-lama. Tidak ada pembicaraan antara dia dan perempuan kecuali ia lebih banyak menunduk atau menghindari pandangan dengan sopan. 
Ada riwayat yg mengisahkan rasulullah akan bunuh diri melompat dari atas tebing. Tapi Jibril menampakan diri. Nabi berlari, pulang menemui Khadijah, istrinya. 
"Mungkin benar kata orang, aku pemuda gila, aku terkena sihir," kata sang nabi muda. 
"Tidak benar, suamiku," Khadijah menenangkan. "Kau orang baik, kau suka berkorban untuk orang lain, kau senang menanggung beban orang-orang miskin, Tuhan tak akan meninggalkanmu," 
Dan Jibril datang membawa surah ad dhuha. Sang nabi pernah muda. Kata siapa masa muda itu masa yg mudah? 
Sang nabi berkata : Tidak akan mencium bau surga ia yg meminum khamr, berzina,..... 
Fawllahu khoiron hafidzon wa anta khoirurohimiyn...

Baca ini juga ya, teman...

Allah Tuhan yang kejam (?)                                                               Pencari

No comments:

Post a Comment