Pemuda gila dan masyarakat sehat jiwa raga - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, February 28, 2018

Pemuda gila dan masyarakat sehat jiwa raga


Orang gila menganggap jiwanya selalu sehat, dan orang yang sehat jiwanya akan teranggap gila oleh banyak orang. Pemuka agama mengatakan orang gila tak masuk surga atau neraka, mereka di tengah-tengah. Dan begitulah 'jalan' (Islam) ini, ja'alnakum ummatan wasathon litakunu syuhada. Kaum pertangahan yg menjadi saksi._Jon Q_

Fa lamma fashola thaluutu bil junuudi, dan ketika Thalut - mertua Daud/David - bersama tentaranya di dekat sungai, innallaha mubtalikum bin nahar, sesungguhnya Tuhan akan menguji kalian. Siapa yang mememinum air (sungai) itu bukanlah pengikutku, kecuali hanya seteguk saja. ***

Seorang pemuda bermimpi tiga kali berturut-turut. Bahwa akan datang hujan yang airnya memenuhi sumur dan sungai desanya. Dan siapa yang meminum air dari hujan itu, sifatnya akan berubah, yang orang-orang sebut sebagai sifat gila. Ia mengerti, sebagai anak muda tak punya apa-apa tak akan didengar oleh masyarakat. Tapi dengan inisiatifnya, ia takut mimpi itu menjadi nyata, karena kata pemuka agama di kampungnya, mimpinya orang beriman adalah suatu tanda. Tapi, darimana ia tahu itu bukan tanda bahwa ia-lah yang gila?

Ia berinisiatif untuk menyimpan air di dalam gua sebelum hujan itu datang. Sehari, dua hari, satu minggu, orang mulai mengira si pemuda mulai hilang kewarasan. Orang lain mencari uang menumpuk harta, dia malah sibuk 'menabung' air.

Dan ternyata apa yang dimimpikannya benar, hujan turun tiga hari berturut-turut. Tak terlalu besar, tidak membuat desanya banjir, tapi cukup membuat sumur-sumur dan sungai penuh. Orang-orang pun seperti biasa, tak ada yang aneh, meminum air dari sumber seperti biasanya. Tapi si pemuda, ia mengambil air simpanannya di dalam gua.

 Sehari, dua hari, satu minggu, satu bulan, masyarakat mulai bersikap aneh. Mereka mudah marah, mudah terpengaruh/terprovokasi, malas mengecek/menggali ulang informasi, saling tuduh, memaki, memfitnah, dendam, licik, curang, rajin mengerjakan rukun Islam tapi minus rukun imannya, bergolongan-golongan merasa paling benar, rakus, mementingkan diri sendiri, menganggap Tuhan bersamanya sembari memfitnah dan bicara kasar. Sang pemuda kebingungan.

Tapi ia bertahan dengan air simpanannya di dalam gua-nya sendiri. Seminggu, sebulan, tapi setahun berjalan ia bertanya :

 Mereka yang gila ataukah aku? Siapa yang berhak mengukur? Atau, lebih baik manakah gila tapi ramai-ramai, banyak teman atau sehat jiwa tapi sendirian? Ataukah mereka masyarakat yang sebenarnya sehat jiwa dan akulah yang sakit jiwa tapi merasa sehat jiwa sendirian?

Raja Thalut sang mertua Nabi Daud mengalahkan Jalut (Goliath) dengan tentara yang kecil - sedikit. Tentu dengan Daud sang martir. Tentara yang tetap bertahan tak meminum air sungai itu, meski menyegarkan jasad, terasa sangat nikmat.

#Psikologi #sakitjiwa #goliath #thalut   #esai   #syatahatkopi

Bacaan selanjutnya

 Berhala ka'bah yang melarikan diri                                        Jon, sang guru dan secangkir kopi 

No comments:

Post a Comment