Setan sahabat orang-orang salih - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, February 24, 2018

Setan sahabat orang-orang salih

Bagaimana mungkin kau melawan setan dalam hatimu dengan kebencian? Innahum lakum aduwwum mubin, ia musuh yg nyata. Tapi jika kau membencinya, alih-alih kau melawannya, kau dalam genggamannya. Seperti sang nabi yg diutus menyebarkan cinta, manusia hanya bisa mengalahkan setan dengan mencintainya sungguh-sungguh._Jon Q_

 Siang itu Jon takziah pada mantan kepala sekolahnya saat SMA. Di sela-sela pemakaman, gerombolan mbang mbung : Jon, Beth, Bon, berdiskusi ngalor ngidul.

"Dulu para sahabat nabi juga di talkin ya, Jon, waktu mereka wafat?" Bon mengawali. "Memang orang mati bisa dengar?"

"Ente mati dulu sih, nanti baru tahu," Beth terkekeh.

"Kalaupun itu tak berguna bagi si mayit, pak lebe seakan bicara pada si mayit, kita tak sadar sebenarnya itu pengajaran bagi para pelayat, yg masih hidup," Jon berkhotbah di kuburan. "Sains sudah membuktikan saat ini, otak manusia masih hidup dalam korteks-korteks (bagian) tertentu. Anggap itu tak berguna, tapi ini pengajaran bagi yg hidup,"

"Tapi ini kan tradisi yg berbeda, Jon? Golongan ini melakukan, golongan itu gak pakai," tanya Bon lagi.

"Sholat saja ada yg pakai sarung ada yg pakai celana panjang kok," Jon mulai bermajas.

"Tapi ini juga mungkin penerapan hadits yg belajar sampai liang lahat ya, Jon?" Beth menambahkan.

"Betul. Robana ma kholaqta hadza batila. Gak ada yg percuma," kata Jon lagi.

"Termasuk kasih kembang macam-macam di atas kuburan, Jon?" Bon melanjutkan. "Daripada layu begitu, bukannya lebih baik dimanfaatkan buat yg lain? Berlebihan kan sifat setan,"

 "Itu rejeki buat yg jual bunga, buat petani melati," kata Jon. "Jangan sok memusuhi setan lah. Kita justru sebaiknya belajar mencintainya,"

Mencintai setan? Beth dan Bon melongo.

 "Ya kita kasih lah kesempatan buat setan menang. Saatnya sholat, kita ngopi-ngopi, menunda. Membicarakan kejelekan orang, bohong, mikir cabul, padahal kita sadar kita lagi kasih kesempatan setan menang sebentar," Jon melanjutkan. "Pada akhirnya kita akan kembali pada Tuhan. Tersesat atau berada dalam kebenaran, kita akan berakhir pada Tuhan. Jangan sok musuhan sama setan lah,"

Beth dan Bon mikir keras.

"Rasul itu diutus sebagai rahmatan lil alamin. Cinta untuk semesta. Termasuk mencintai para setan," Jon terus nyerocos. "Orang-orang salih sebaiknya semesra pada Tuhan ketika berhadapan dengan godaan setan. 'Aku mencintaimu, dan mencintaimu adalah dengan tidak mengikuti jalanmu, aku ikut jalan Tuhan'. Dengan ini kita ikut membantu skenario Tuhan. Kita tergoda, kita tersesat, tapi pada akhirnya kembali pada Tuhan,"

Bacaan selanjutnya

Menggoda setan                                                                                   Membenci kebencian     

No comments:

Post a Comment