Abdun-nas - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, March 9, 2018

Abdun-nas

Dunia ini, tentu, tak perlu terlalu serius. Ini cuma permainan. Tapi ada hal-hal yg kau perlu fokus agar memainkannya dengan benar. Siapa dirimu, apa yg terpenting, mengapa kau harus bermain meski tak ingin? Untukku, kau bukan hanya duniaku, tapi juga akhiratku. Dunia mungkin arena bermain, tapi tentang cinta aku tak pernah bercanda. Kini pertanyaannya, kau menganggapku apa? Jika kau anggap aku dunia, maka itu jawabannya mengapa aku tak memaksamu untuk mengerti aku. Hidupku._Jon Q_

Tanpa rasa sakit, manusia tak akan belajar menjadi lebih kuat. Tanpa kesalahan, kecerobohan, manusia tak akan belajar untuk memperbaiki diri. Salah saja merasa benar, tak mau menggali bertanya apa memang aku benar, terlebih jika tak pernah salah. Lalu, untuk apa manusia menjadi semakin paham jika tempat ia hidup tak ada yg mau mendengar? Rasa sakit menguatkan jiwa manusia, lalu untuk apa jiwa yg kuat jika hidup ini nyatanya biasa-biasa saja? Rasa sakit menguatkan manusia, lalu setelah kuat ia menindas yg lemah dengan alasan agar si lemah itu menjadi lebih kuat? Bukankah ini terdengar main-main?

Akan indah jika : Aku membiarkanmu teruji kehidupan. Kau kebingungan, kau sedih, kesepian, menangis merasa Tuhan meninggalkan. Tapi aku berjanji akan menemanimu. Jalan hidupku begitu terjal, di punggungku terpikul banyak orang. Jika kau tak sanggup mengikutiku, kau akan tertinggal. Deritamu terdengar ketika aku berdoa.

 Barangkali demikian takdir seorang hamba manusia. Ia yg berkata mencinta Tuhannya, akan menjadi budaknya manusia. Tak memiliki hasrat personal, tak punya waktu bersenang-senang, menghiburnya adalah dengan memberi kerumitan padanya. Ia terhibur dengan adanya kerumitan yg sedang dipikirkannya.

Dunia baginya terlalu kecil, tapi manusia menjadi fokus utama dalam hidupnya. Ia tak memiliki harta pribadi, karena yg dimiliki seorang budak mungkin hanya pikirannya sendiri. Dan menjadi takdir seorang budak, ia sendirian di pojok gudang kehidupan. Bersama banyak orang ketika ia menjadi pelayan, dan terlempar ke dalam ruang kesepian setelah tugasnya terselesaikan. Senang atau kesedihan tak betah menempel terlalu lama dalam hatinya. Karena dalam hatinya kosong. Tak tahu apa yg diinginkan. Tak tahu mengapa ia tertakdir begitu. Tak mengerti siapa dirinya sendiri.

 Bacaan selanjutnya

Daerah teritorial diri                                                                        Anak kecil kesayangan Tuhan         

No comments:

Post a Comment