Anak bandel yg senang bertarung - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Sunday, March 11, 2018

Anak bandel yg senang bertarung

Kau tak harus selalu melawan. Tak harus selalu menciptakan pembelaan. Berpikirlah, bagaimana menundukan orang-orang yg terbakar keinginan, ketakutan, meski tanpa banyak bicara. Seperti kisah hidup sang nabi, ia membuat buku yg manusia tak harus membaca untuk memahaminya. Mungkin kau tak bisa, tapi tak ada salahnya untuk mencoba._Jon Q_
Si Jon dicecar tentang pernikahannya. Ibunya nampak bersemangat sekali, kontras dengan si Jon yg hidupnya sudah tak termotivasi lagi. "Pikiran orang dewasa rumit, ya," gumam Jon padaku pagi itu. Kami olahraga pagi bersama. "Mungkin benar, semakin tua kita semakin menjadi penakut," aku membayangkan si Jon yg biasanya 'senang bertarung', hidup dengan standar tak umum, anti mainstream, yg menjadikan banyak orang yg tak mau belajar bijak makin jengkel dan, gregetan. Apakah kali ini ia akan tunduk pada sesuatu bernama 'tradisi'? Ibu si Jon mulai memanas. Bapaknya diam saja tiap ibu Jon 'memprotes'. Ibunya anak 'bangsawan' jaman orde lama, keluarga besar sembilan saudara, beliau punya latar belakang 'bangsawan' yg mungkin menjadikannya 'berani' memprotes bapaknya Jon. Sang bapak mungkin pernah mendengar kisah Umar ibn Khotthob yg diceritakan si Jon. Sahabat yg paling 'garang', tapi tak marah ketika istrinya memprotesnya habis-habisan. Akhirnya diskusi panas itu pun berakhir ketika Jon mengeluarkan 'jurus' pemungkasnya. "Acaranya kapan? Apa tak ada hari lagi untuk membahas ini?" kalau si Jon pergi, apa yg mau dibahas lagi?

Bacaan selanjutnya

Anak kecil kesayangan Tuhan Fighting

No comments:

Post a Comment