Budak yg senang membangkang - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, March 23, 2018

Budak yg senang membangkang

Ibaratkan Tuhan adalah selingkuhanmu yg selalu menerimamu saat terjatuh. Selagi kau fokus dengan kekasihmu - dunia, asyik dengan kekasihmu, Ia tak marah. Karena Ia juga memiliki banyak urusan. Ia selalu sibuk, sanaf rughu lakum ayyuhats tsaqolan. Tapi saat kau terluka, tersakiti, Ia selalu menerimamu dengan segenap luka hatimu. Seperti itupun, kau masih memilih kekasihmu, daripada Dia. Ya ampun._Jon Q_ Jika memang manusia adalah milik-Nya, telah terbeli jiwa dan raganya, maka manusia adalah hamba, budak yg selalu membangkang. Tapi, memang manusia dilahirkan dengan kodrat melakukan perlawanan, perjuangan. Termasuk menaklukan bingungnya kehidupan. Jika Dia menginginkan manusia cenderung dalam kebaikan, mengapa jalan keburukan diciptakan? Fa'alha maha fujuuroha wa taqwaha. Dan jika manusia boleh salah, membangkang, mengapa diancamkan neraka? Dia yg menciptakan jalan keburukan, Dia pula yg mengancam kebinasaan di ujungnya. Apakah tak sebaiknya manusia diberi petunjuk agar tak terhukum menghinakan? Apa maksud Tuhan? Ada yg bertanya, jatuh cinta pada Tuhan itu bagaimana? Barangkali ia tak pernah jatuh cinta pada lawan jenisnya. Ketika perasaan begitu menggebu, hati tak pernah tenang kecuali mengingatnya dan ia yg dicinta juga mengingatnya, ketika nikmatnya dunia di dekatnya sedang ia sibuk asyik memikirkan sesuatu yg lain. Begitu pula tauhid. Jatuh cinta pada-Nya. Ia tak menjadi nomor dua lagi di hati kita. Dengan apapun, harta, tahta, keindahan lawan jenis, atau bahkan bersitan rasa takut atau apapun. Tak ada yg menggantikan-Nya dalam hati kita. Ia membeli kita, dan kita pun 'membeli'-Nya, dengan ketaatan hanya pada-Nya. Di keluarkan dari pekerjaan, dihina, ditinggalkan teman atau orang tercinta, Ia yg selalu ia bawa. Karena seorang budak, mengikuti majikannya. Ketika tak ada pekerjaan, yg ia lakukan adalah mengingat majikannya saja. Karena seorang budak, dimasukan kemana saja oleh majikannya, ia tetap miliknya. Tak ada yg bisa membebaskan perasaan berat, kecuali cinta.

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Hu, Nahnu Fihi Ma Fihi

No comments:

Post a Comment