Di sini, di sana, itu kamu - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, March 26, 2018

Di sini, di sana, itu kamu

Khurum maqshurum fil khiyam, ia bidadariku yg menunggu di tenda-tenda yg ku dirikan. Ia bidadariku, di sini, dan di sana : surga. Aku tak mau di kejar, karena aku akan lari dari keinginanmu. Dan aku tak mau mengejar, karena di pundakku ada tanggung jawab besar. Kejar mengejar adalah keinginan. Biarlah Tuhan yg menyatukan, bukan atas dasar kuasa keinginan._Jon Q_ Wahai jiwa yg terjaga oleh-Nya, dengarkan aku :
Kebaikan yg teringat tak layak mendapat imbalan. Ini tentang ketulusan pada Tuhan. Kepada siapapun ibadahmu tertuju, hanya Ia Tuhan kita. Engkau milikku, aku milikmu, dan kita ada dalam kepemilikan-Nya. Kau tak akan tahu kemana semua kebaikan yg kau lakukan itu. Bekerja, dan melupakan hasilnya. Itu seperti terus berlari, tanpa pernah memikirkan ujung jalannya. Itu tak boleh kau sebut sebagai rasa lelah, karena ia yg jatuh cinta, tak akan pernah merasa kelelahan. Selama apapun doa-doa itu terwujud, Ia satu-satunya Tuhan kita. Berdoa, tapi dengan melupakan apa yg telah terucapkan. Terus belajar, tapi ketika pemahaman telah kau dapatkan, seperti sungai yg hidup, mengalirkan pemahaman ke samudera ke samudera ketidakberkepemilikan. Belajarlah... Memadamkan api yg sedang besar-besarnya berkobar dalam diri. Menaklukan arus sungai yg sedang deras-derasnya mengalir dalam diri. Menghentikan badai yg sedang kuat-kuatnya berhembus di dalam jiwamu. Tidak ada kekuatan yg mampu bergerak tanpa izin-Nya. Yaa ayatuhan nafsul muthma-inah Wahai jiwa yg dalam kedamaian Irji'i ilaa robbiki rodliatam mardliyah Masuklah ke dalam keheningan di sisi-Nya Fadhkhuli fii ibadi Datanglah kepada-Ku sebagai diri-Ku Fadhkhuli jannati Datanglah ke dalam kesunyian-Ku dan temani Aku yg lama menunggumu Wahai jiwa yg terjaga, kau harus tahu, sebagian hal dalam hidup ini sebaiknya tetaplah menjadi kerahasiaan.

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Puisi Ar Rahman Ar Rahman Poets

No comments:

Post a Comment