Hu, Nahnu - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, March 16, 2018

Hu, Nahnu

Tuhan turun dari ketinggian yg tak terukur - al a'raf - ke bawah menjadi semesta dan manusia. Sebelum Dia menjadi sesuatu yg lain, Ia berkata pada diri-Nya sendiri sebagai petunjuk : dalam sebuah kitab. Agar Ia tak tersesat ketika mencari diri-Nya sendiri. Pernahkan kau bercermin? Bagaimana jika kau bercermin tapi tak melihat dirimu sendiri? Kemungkinannya : kau berpaling, menutup mata, atau buta._Jon Q_
"Kang Jon, mau tanya tentang kesaksian ruh : Alastu bi robbikum? Qolu bala, syahidna. Minta penjelasannya," "Wedew, rada berat yg itu mah. Malah lebih senang saya jawab : Gak tau, hehe," "Sudah baca tafsir, tanya teman, malah dosen. Tapi belum puas rasanya," "Kumaha tah kata dosen?" "Nya eta : Iya, dulu kita pernah bersaksi. Da bapa ge teu paham atuh," "Lah, dosen juga tak paham, apalagi saya? Bisa jadi beliau merendah, biar kamu gak kebingungan,hehe," Anggap saja ini celotehan menyesatkan. Tak ada yg memaksamu membaca tulisan rekam jejak pemikiran si Jon ini. Jangan memaksakan diri, untuk siapa saja yg membaca ini. Qur'an hanya bisa dipahami orang-orang berakal sehat. Mengapa sehat? Semua orang juga akalnya sehat! Satu contoh : Tuhan bilang : Aqimisholah li dzikri, dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku. Di surah lain : 'ala bi dzikrillahi tathma'inul qulb, dengan mengingat Allah hatimu akan tenang. Kita sholat, 5 waktu, bahkan ditambah tahajud atau duha. Tapi apakah hati kita sudah, atau, emm, sedang tenang? Tak mudah marah, benci, dendam, berprasangka buruk, berangkat sekolah / kuliah / kerja dan pulangnya kita senang tersenyum, tak cemberut. Senyum terus gila dong? Kenyataannya, orang yg berakal sehat akan terlihat sakit jiwa. Sedang orang-orang sakit jiwa menganggap dirinya waras. Orang-orang tak waras membahas qur'an, didengar banyak fans, umat, apa yg terjadi? Ar ruhu amry, urusan ruh adalah urusan-Ku. Kata Tuhan, Al Isro. Tak ada yg paham kecuali Dia. Jadi jika ada yg membahas itu, termasuk si Jon ini, anggap saja orang gila. Alastu bi robbikum? Bukankah Aku ini Tuhanmu? Qolu, bala. Tentu. Syahidna. Aku bersaksi. Kita bersaksi pada diri kita sendiri sebelum menjadi manusia. Bukan dirimu yg itu, tapi yg akal tak dapat menjangkaunya. Karena kau bukan cuma dirimu, tapi semesta, juga sesuatu di luar semesta yg ketika kau sampai di sana, semesta lenyap. (tafsir sufi sesat) Alastu bi rabbikum? Bukankah Aku satu-satunya kekasihmu? Qolu, bala. Tentu. Syahidna. Aku bersaksi bahwa tidak ada yg ada selain kita, Engkau dan aku yg berbeda hanya dalam wujudnya saja. Ma hadza dunya? Siapa itu dunia? Mengapa kau melupakan kesaksianmu pada-Ku demi dia? Inni kuntu minad dlolin. Sesungguhnya aku dalam golongan orang-orang tersesat. Fa idza ihdinash shirot al mustaqim. Maka tuntunlah aku, wahai Diri-Ku yg suci, menuju-Mu, kembali pada jalan-Mu yg lurus.

#konsultasipsikisgratis #konsultasi #psikis #gratis

Bacaan selanjutnya

No comments:

Post a Comment