Ikan besar (1) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, March 21, 2018

Ikan besar (1)

Kau masih memancing bersamaku? Tentu, aku tak akan memberi ikan besarku. Tapi akan aku beri kau cara agar bisa mendapatkan seperti apa yg ku dapat. Kau siap? Sungguh?_Jon Q_
Ada yg berkata : saat kau berduaan dengan yg bukan hakmu, maka yg ketiga adalah setan. Kata terakhir itu dari kata 'syatona', penggoda. Antara kita dengan apa yg kita cinta, ada tiga hal : kau, dia, dan di tengah-tengahnya adalah keinginan. Antara kita dengan keinginan, ada jarak. Antara keinginan dengan objek yg kita inginkan, juga ada jarak. Itu mengapa terkadang melelahkan mengejar sesuatu yg kita tak tahu jaraknya. Kau tahu maksudnya?


Melepaskan apa yg kita cinta, kau juga mungkin setuju, hanya orang gila yg mampu melakukannya dengan mudah. Kita mencintai seseorang, atau uang yg banyak, pekerjaan, jabatan, yg kita dulu begitu lelah mendapatkannya. Tapi setelah didapat, mengapa kita harus melepaskannya?

 Seperti seekor monyet yg menggenggam pisang di tangan kanannya, dan terjebak tangan kirinya di dalam botol yg berisi kacang. Manusia telah memiliki kebahagiaan, tapi keinginan mengganggu penglihatan, mengalihkan pada sesuatu yg lebih remeh, dan menyakitkan. Bukan, bukan, maksudku melepaskan bukan meninggalkan apa yg kau cinta. Maksudku, benarkah cintamu telah membahagiakan?

Emm, begini, begini, maksudku, cinta itu tanpa kecemasan, tanpa rasa kesepian, tanpa rasa takut, tanpa curiga, gelisah, atau bahkan tak bisa merasakan kecewa lagi. Bagaimana mungkin?

 Itu yg ku maksud : menjaga jarak dari rasa ingin kita. Apakah kita tak akan cemburu melihat seseorang yg kita cinta bersama orang lain? Termasuk itu. Berikan pemahaman, kedekatannya pada sesuatu yg bukan hakmu akan membuatmu tersiksa. Kau akan terus memikirkannya, gelisah, khawatir, rindu yg menyiksa. Sedang orang yg berhak atasmu ada di dekatmu, tak terganggu perasaan buruk. Seperti seorang anak balita yg merengek meminta ikut bibinya yg mau pulang. Sang ibu ada di dekatnya, tapi keinginan membuat kesadarannya terganggu. Tak mampu membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Kau tahu maksudku?

Ada yg bilang : aku tak mau bahagia, aku mau menderita bersamamu. Bodoh! Jika ada kebahagiaan, mengapa memilih penderitaan?

 Cinta yg benar tak akan membuatmu cemas, gelisah, khawatir, takut, kecewa, sakit hati, kesepian. Jika kau mencintai seseorang yg membuatmu begitu, pahami ini : kau harus bahagia sebelum membahagiakan orang lain.

Jika pun tak ada orang yg mau kau bahagiakan, toh dirimu sendiri sudah bahagia. Hidup tanpa kekhawatiran, merasa kurang, gelisah, takut, sakit hati. Apa ikan besarnya?

Pahami jarak kita dengan rasa ingin diri kita sendiri. Itu yg sebaiknya dilepaskan, biarkan keinginan berjalan sendiri kesepian.

#konsultasipsikisgratis #konsultasi #psikisgratis

Bacaan selanjutnya

Mancing yuk? (esai perenungan) Menyelam

No comments:

Post a Comment