Ikan besar (2) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, March 23, 2018

Ikan besar (2)

Li kulli awwabin hafidz.. Kedamaian, jiwa yg terbebas dari rasa cemas, untuk tiap mereka yg senantiasa kembali dan menjaga diri. Kau masih di atas perahuku? Siap untuk memancing lagi? Pasang kailnya, dan kuatkan dirimu._Jon Q_ Janin, dari kata Jannatun Adnin. Tanah, rumah, yg disembunyikan. Ketika Adam dikeluarkan dari surga, ia telanjang, menutupi dirinya dengan dedaunan. Ketika bayi keluar dari rahim, ia telanjang, dan ditutupilah ia dengan kain yg menghangatkan. Kain itu dari 'dedaunan', serat kulit, pohon. Kau tahu maksudku? Malaikat keberatan ketika manusia akan diangkat menjadi wakil Tuhan di bumi. Malaikat yg cemas, ia menjadi setara derajat manusia. Sedang manusia yg terlepas dari kecemasan, derajatnya dinaikan melebihi malaikat. Kau tahu maksudku, bukan?
Milik siapa ikan-ikan yg kita pancing?

Benar kita sebaiknya bekerja keras, tapi bukan untuk menggantungkan kebahagiaan pada apa yg kita upayakan. Benar kita tak bisa terhindar dari depresi, sakit, stress, tapi bukan berarti kita tak bisa memasuki kedamaian bersama hal-hal itu. Kau tahu maksudku, bukan?

Banyak orang yg dalam permasalahan besar, tapi ia tak mengeluh, mudah tertawa, berkelakar. Banyak orang yg terkena penyakit parah, tapi ia masih bisa bercanda, bernyanyi, saling meledek meramaikan suasana. Gusdur tak bisa melihat, tapi ia berkelakar ketika diminta membuka pameran lukisan Gusmus : orang buta kok disuruh menilai lukisan?

 Jika kita telah mendapat kebahagiaan, mencintai tanpa kecemasan, hidup tanpa kekhawatiran, mengapa kita harus mencintai atau memiliki sesuatu?

Seperti matematika saat kita kecil, 3+3 = 6, kebahagiaan kita ditambah kebahagiaan seseorang yg kita cinta, menjadi kebahagiaan yg lebih besar. Untuk apa?

Menolong manusia. Memangnya mengapa manusia?

Hidup mereka kacau. Mereka mengaku kaya, tapi tak terbebas dari rasa kecewa, takut, khawatir, tegang, kemarahan. Mereka merasa kaya, tapi masih membeli bensin premium yg diperuntukan untuk manusia-manusia kekurangan. Mereka merasa tampan atau cantik, tapi tetap membeli kosmetik. Cantik kok beli kosmetik?

Kau tahu maksudku, bukan?

 Apa ikan besarnya?

Manusia tak bisa terlepas dari keinginannya. Karena barangkali keinginan, nafsu, nufus, diri, adalah yg menjadikannya hidup. Tapi manusia mampu melepaskan kelekatan, keterikatan pada sesuatu yg diinginan. Ingin, tapi tak menggebu memilikinya. Bagaimana caranya?

Lepaskan kelekatan itu. Bekerja, tanpa memikirkan hasil, memancing tanpa merasa berhasil, mencintai tanpa melekatnya pikiran pada apa yg dicintai. Jangan melawan ketertekanan diri, ketika kelekatan membisiki rasa ingin kita. Perlawanan itu memberikan kekuatan pada keterikatan kita. Saat kita mengejar sesuatu yg kita cinta - tapi tak ada tanggapan, itulah yg seharusnya kita lakukan ketika kelekatan mengejar rasa ingin kita. Tidurkan rasa ingin kita, biarkan kelekatan berjalan kesepian.

#konsultasipsikisgratis #konsultasi #psikisgratis

Bacaan selanjutnya

Mancing yuk? (esai perenungan) Ikan besar (1)

No comments:

Post a Comment