Ikan besar (3) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, March 27, 2018

Ikan besar (3)

Kebahagiaan datang tiap saat, ketika kita sedang sibuk memikirkan sesuatu yg lain. Kebahagiaan datang tiap saat, ketika kita mengikatkan pikiran kita pada sesuatu yg tak seharusnya. Sesuatu yg berharga seringkali tak nampak, ketika hati kita tertutup. Indahnya langit pagi tak dapat dilihat oleh mata yg 'tertutup' : terganggu._Jon Q_
Apa yg biasanya terpikir ketika suatu persoalan hidup menimpamu?

Paling enak, dan memang seakan benar, kita menyalahkan dunia, orang lain, hidup yg sial, atau bahkan Tuhan. Ya?

Begitu, bukan?

Paling enak melemparkan tanggung jawab pada orang lain, atau bahkan Tuhan. Ya?

Jujur saja lah.

Tidak?

Anda mengelak?

Satu contoh, jika anda pulang ke rumah dalam keadaan capek, rumah kotor, nasi tak ada, lebih sering mana, menyiapkan dengan sabar atau menyalahkan orang lain?

Dikejar deadline, ditunggu atasan, hujan besar, salahkan saja Tuhan, benar?

Secara ilmiah, orang-orang sakit jiwa menganggap dirinya waras. Orang yg berakal sehat, tak tahu dirinya sehat, tapi tak menutup diri dari dialog. Maksudnya?

 Ada orang yg tak anda kenal, datang membawa roti dan air mineral, memberikannya padamu, apa yg anda pikirkan?

 Ada orang asing dengan dandanan miskin, tiba-tiba memberimu setumpuk uang. Apa yg anda pikirkan?

 Tentu, itu hanya pengibaratan, perumpamaan. Orang yg tak bahagia, pikirannya terganggu, atau bahkan sakit jiwa, cenderung mencurigai dan / menolak kebaikan yg datang. Dan mencela, mengeluh, ketika keburukan hidup datang. Diberi kebaikan, curiga. Diberi keburukan, mencela. Ketika kita sedang ditunggu seseorang yg penting untuk kita, lalu hujan deras, lebih sering mana, menikmati pemandangan hujan atau memilih kegelisahan pikiran yg belum tentu terjadi?

Tapi bagaimana kalau dia marah, atasan memecat, dan sebagainya?

Ucapkan maaf, dan memang manusia bukan pengendali alam semesta. Kebahagiaan datang tiap saat ketika pikirang kita meraba-raba ingatan tentang sesuatu dan mengikatkan diri padanya. Ditunggu saat hujan, mengapa tak bahagia menikmati pemandangan hujan?

Terjebak macet, mengapa tak bernyanyi saja?

Dimarahi seseorang, mengapa tak bertanya pada diri sendiri, apakah aku semengerikan itu saat marah?

Ditinggal kekasih yg pergi bersama orang lain, mengapa sedih?

Jika anda benar-benar mencintainya, maka mengapa anda tak bahagia melihatnya hidup bahagia? Lebih memilih mana, ia bersamamu yg mencintainya tapi tersiksa, atau biarkan ia bersama orang lain selama ia bahagia. Dan seperti sungai, yg menggenang terlihat kotor. Teruslah jalan. Jangan mengikatkan pikiranmu pada sesuatu di luar dirimu.

#konsultasipsikisgratis #konsultasi #psikisgratis

Bacaan selanjutnya

Ikan besar (1) Ikan besar (2)

No comments:

Post a Comment