It's oke, bye-bye - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, March 24, 2018

It's oke, bye-bye

Engkau yg menginginkan pencerahan, akan kau dapatkan dalam rasa sakit. Jika bukan rasa sakitmu sendiri, maka kau harus merasakan rasa sakit orang-orang. Tapi, tetap saja berbeda, mendengar orang bercerita tentang nikmatnya anggur, dengan secara langsung menikmatinya. Mendapatkan pencerahan tanpa rasa sakit, ibarat menikmati anggur tanpa memakannya._Jon Q_
Si Jon dasar sufi sableng amatiran. Tak kapok dia jatuh cinta pada dunia : wanita. Tapi, siapa yg akan menasehatinya, jika ternyata ia memiliki jawaban yg mengusik dan mempermalukan orang yg memberinya nasehat.

 "Orang-orang belajar padamu, tapi kau malah pacaran, memberi teladan yg hina," aku menasehati.


 "Yg meminta mereka meneladaniku siapa? Bagiku, tak ada yg layak diteladani selain rasulullah," celoteh Jon.

 "Tapi kau pacaran, bagaimana nanti murid-murid yg belajar padamu, Jon?"

 "Kau masih sholat 5 waktu?" tanya Jon padaku. "Masih, masih, kenapa?"

 "Tubuhmu sholat, tapi bagaimana dengan pikiran dan hatimu? Apakah lurus pada Tuhan?"

 "Ya-, ya kan, siapa tahu?" aku mengelak.

 "Itu yg aku lakukan saat bersama kekasihku. Tubuhku bersamanya, tapi hati dan pikiranku tetap dalam kesunyian," kata Jon. "Kau kira, seperti apa iman yg kuat itu? Ketika kau tenggelam dalam gelombang dunia, tapi hatimu tetap menyebut-Nya. Ia yg menengahi antara engkau dan dia." belagu benar pemahaman si Jon.

 Kabarnya, motor si Jon mogok saat mau mengantar kekasihnya berangkat sekolah. Motor si Jon dititipkan di rumah ibu kekasihnya, sedang ia memakai motor kekasihnya untuk mengantar, juga bekerja. Dia akhirnya paham, itu kesempatannya memberikan boneka kecil yg ia belikan untuknya. Tapi, saat ashar, ada rasa sakit yg begitu dalam. Ketika si Jon yg sudah menunggu kekasihnya pulang, ia justru dijemput ibunya. Sudah tak merasa enak memakai milik orang lain, kekasihnya tak menganggap si Jon. Kasian dia. Tapi, rasa sakit yg ia alami bukan karena itu. Tapi karena pertanyaan saat ia sujud di sholat asharnya.

 "Kau merasa cemas, memakai motor orang lain? Mengapa kau tak merasa cemas memakai sesuatu yg sebenarnya bukan milikmu? Tubuh, pikiran, hati, harta, segala sesuatu pada dirimu, itu milik siapa? Mengapa kau tak merasa cemas dengan semua itu, seperti kecemasanmu pada motor yg kau pinjam itu?"

 Si Jon menangis dalam sujudnya.

"It's ok, My Lord, bye-bye. Ma'assalamah ilaa dun-ya. Aku milik-Mu sepenuhnya. Tarik aku jika aku terbawa arus yg salah..."

#konsultasipsikisgratis #konsultasi #psikisgratis

Bacaan selanjutnya

Seseorang yang datang dari kedamaian Perdebatan yg seperti dulu

No comments:

Post a Comment