Jon sang penyesat - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, March 13, 2018

Jon sang penyesat

Yg tak diketahui kebanyakan manusia, pikiran bekerja bertolak belakang dengan kesadaran. Dalam pikiran ada keinginan. Pikiran ibarat kain, keinginan adalah hembusan, dan kesadaran adalah jasad. Berapa kali hembusan angin membuat kesadaranmu malu, telanjang tanpa pikiran benar?_Jon Q_
Jangan percaya omongan si Jon. Dia Dajjal yg tak makan berabad-abad, kerempeng tubuhnya. Ular laut, pura-pura lemah tapi mematikan racun yg ia punya. Racun penyesatan.

 "Sebenarnya kau ini punya misi apa sih?" tanya Bon di angkringan malam lalu.

"Pendapat ustadz A tak setuju, pada pendapat ustadz B yg membenci ustadz A juga tak setuju. Sedang pendapatmu sendiri orang tak boleh memakainya. Maumu apa sih?"

 "Menyesatkan sebanyak-banyaknya anak muda di Nusantara ini," oceh Jon asal omong. Tapi orang juga bingung membedakan ketika Jon serius, atau dia sedang bercanda.

 "Seserius-seriusnya manusia, ia tetap sedang bercanda," kata Jon suatu saat. Yg mendengar gagal paham. "Lha wong hidup ini candaan dan permainan belaka kok. Hayatid dun-ya la'ibuw wa lahwu. Dunia ini candaan, kita malah serius. Hubungan kita pada Tuhan adalah hal yg serius, tapi kita malah bercanda,"

 Jangan meminta si Jon menjelaskan sesuatu, karena dia hampir pasti bisa 'menggenggam' logikamu. Apalagi menafsirkan, dia ahlul ngarang. Dengan kemampuan retorika canggih macam Nabi Harun yg fasih berucap di depan fir'aun.

 "Terus kenapa, kau ini harus menyesatkan anak-anak muda?" kejar Bon.

 "Agar mereka, anak muda, tak menipu diri seperti orang-orang tua di dekat mereka,"

 "Menipu? Sih?" Bon semakin bingung.

 "Kalau mereka ingin kaya, kenapa mesti kuliah yg buang banyak uang? Mengapa tak langsung kerja seperti teman-teman mereka yg lulus sekolah langsung kerja? Apakah gelar bisa dibanggakan? Berapa lama? Apakah gelar dan kekayaan membuat kita bahagia? Anak-anak kecil hidup bahagia tanpa gelar dan tak harus ia lahir dari orang kaya untuk bisa tertawa. Sila pertama ketuhanan yg maha esa. Ketuhanan itu sifat, maha esa juga sifat, jadi yg kita sembah itu sifat, bukan subjek? Para pemuka agama menganggap buku-buku ilmuwan barat itu tak berguna, omong kosong, lha mereka pakai handphone, motor, bahkan pamer kemewahan, itu hasil eksperimen orang mana? Mereka menganggap para ilmuwan itu 'kamatsalil himari yahmilu ashfaro', keledai yg membawa banyak buku, tapi mereka memasukan anaknya di sekolah-sekolah, universitas-universitas, memangnya tempat-tempat belajar itu yg mengajar siapa?" dan masih banyak lagi cerocosan si Jon yg membuat Bon dan teman-temannya tertidur pulas merasa didongengi.

Bacaan selanjutnya

Setan sahabat orang-orang shalih Dua jalan

No comments:

Post a Comment