Kau tak akan menang - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, March 12, 2018

Kau tak akan menang

Orang yg bermain curang sudah kalah dari awal. Jika mengira melewati lawan saat lomba lari adalah kemenangan, maka kau anggap apa garis finish yg masih jauh itu? Jika takut, jangan melawan. Jika pengecut kau akan tumbang dengan kehinaan._Jon Q_
Sepulang mengawas ujian Jon pingsan di kasur kamarnya. Tiba-tiba mata kirinya sakit tak karuan. Pergi ditemani bapaknya ke puskesmas, diagnosis dokter ditepis semuanya oleh bapaknya. Sang Dokter salah tingkah. Sambil diperiksa mata si Jon menangis. Menandakan rasa sakit yg ia coba tahan. Entah mengapa, ia cuma ingin dibius. Tapi sang dokter tak mau. Jon pun pulang, obat yg diberikan ia buang. "Aku cuma minta diperiksa. Siapa yg bilang aku butuh obat? Aku butuh tidur - itu kenapa tadi minta bius," bapak emaknya mengelus dada. Punya anak yg rasanya seperti menghadapi alien. Batuk darah November tahun lalu belum tuntas terjelaskan secara ilmiah. Ini muncul lagi sakit mata yg ia kira Tuhan akan mengambil penglihatannya. Ia sudah siap untuk itu. Jika pun kekasihnya akan meninggalkannya karena ia buta, ia anggap itu sebagai resiko. Ia sudah siap untuk 'pertarungan' jenis apapun. Dari awal ia pulang, ia paham tentang hasratnya yg tak mungkin tercapai dengan tanggung jawab yg sedang ia pikul. Tanggung jawab yg sebagian orang dekat menganggapnya jabatan. Tanggung jawab yg mereka kira bisa untuk meningkatkan derajat dan kekayaan. Karena itu dendam yg telah sekian tahun terpendam tak teruraikan. Mereka bermain curang. Innahum yakiduwna kayda, mereka berbuat curang di belakang sana, wa akiydu kayda, dan Aku pun membuat rencana di balik kecurangan mereka. Jangan minta dihilangkan segera rasa sakit itu, juga jangan mencerca dunia. Tapi lihatlah siapa di balik segalanya. Ke manapun manusia hendak lari, nyatanya ia tetap berada di hadapan-Nya.

Bacaan selanjutnya

No comments:

Post a Comment