La yamuwtu wa la yahya - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, March 9, 2018

La yamuwtu wa la yahya

Di sekelilingmu berkumpul tiga jenis manusia. Mereka yg sedang ketakutan : mudah marah, benci, tersinggung, kasar, dendam. Mereka yg sedang sedih : merasa lemah, menyerah, kalah, memilih untuk tak lebih baik dari hari kemarin. Mereka yg tersesat : senang belajar, ingin tahu banyak hal, tapi tak tahu harus datang kemana mereka. Kau, dalam kelompok mana?_Jon Q_

Nyatanya, seorang ibu tak bisa membelikan mainan pada anaknya, seperti apapun ia menangis, mengamuk, jika memang ia tak mampu. Tidak selalu karena keinginan pribadi, seseorang merasa dianiaya oleh seseorang yg lain. Seorang suami tak mungkin memilih membuatkan rumah jika ibunya sedang sakit, misalnya, sedang membutuhkannya. Ada hal yg lebih besar yg tak selalu kita tahu, bahwa seseorang tak mau melakukan itu bukan karena takut, tapi karena pertimbangan lain yg lebih besar.

 "Lalu bagaimana aku mengatasi dilema itu, Jon?" tanyaku. " 'Ke atas' mereka tak bisa memberi, 'ke bawah' aku tak tega menekan. Cara bagaimana lagi?"

 "La yamuwtu wa la yahya," Jon berkhotbah. "Ada tiga jenis manusia yg berkumpul di sekitar kita. Mereka yg ketakutan, terpenjara kesedihan, dan mereka yg tersesat. Kau marah dengan kondisi ini?"

"Marah? Tidak, aku cuma terus berpikir. Bukankah marah adalah satu kesimpulan terburu-buru dari hasil berpikir?" jawabku.

"Ya, setuju," kata Jon.

"Kau merasa lemah, menyerah?"

"What? Give up? Haha, u kidding me? Im ready for everything else, insya allah,"

"Kau kehilangan ketenangan? Merasa Tuhan 'hilang'?" tanya Jon lagi.

"Em, rasanya tidak. Aku justru semakin paham. Indera dan pikiran membutuhkan bentuk, wujud. Ketika kebutuhan itu dihilangkan, em... sepertinya 'di sana' Tuhan berada,"

Jon terkekeh.

 "La yamuwtu wa la yahya," katanya mengulangi. "Itu kondisi 'pertengahan'. Kau tak hidup, karena hidup umumnya seperti mereka yg ketakutan, sedih, dan kebingungan. Tapi kau juga tak mati, tak kalah, engkau mengalir, tapi tak terbawa arus. Tidak menggenang, juga tidak terbawa keadaan dunia. Wa la inita'ba'ta ahwa-akum ba'da ma ja'aka minal ilm, jangan ikuti mereka yg menuruti keinginannnya sendiri. La awlya wa la tunshoruwn, kau tak akan dijaga dan ditolong lagi - jika kau menuruti keinginanmu itu,"

Bacaan selanjutnya

Kaum La Ya'lamun                                                                              Qutiba Alaikumul Qital 

No comments:

Post a Comment