Mencari dalam sunyi - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, March 21, 2018

Mencari dalam sunyi

Yaa ayyuhal insan innaka kadihun ilaa robbika kadhan fa mulaakih.. Seperti bermain petak umpet, Ia bersembunyi dan manusia mencari. Hitungan pun bergerak, waktu, ajal, berkejaran. Siapa yg lebih cepat, manusia menemukan-Nya, atau waktu berhenti dan manusia tanpa harus mencari, sampai di hadapan-Nya juga. Fa ainama tadzhabun? Engkau mau pergi kemana (lagi)?_Jon Q_
Dua minggu ini Jon menolak orang-orang yg memintanya untuk berceloteh (ceramah) di pengajiannya. Ia 'jatuh' mentalnya. Ia butuh menyepi, bertanya lagi dan lagi,

"Mengapa harus aku? Bukankah ada yg lain? Mengapa aku yg masih 'hijau' ini harus menceramahi orang yg lebih berpengalaman dalam hidup?" tak pernah usai ia mencari pemahaman. Pertanyaannya tak harus terjawab, ia hanya membutuhkan pemahaman, sekalipun itu bukan jawaban.

 "Mengapa harus bertanya tentang banyak hal, jika pada akhirnya jatuh juga pada iman?" tanya siswanya.

 "Iman ibarat puncak gunung, dan akal adalah pendakiannya. Orang-orang yg menyerahkan segala sesuatunya pada keimanan, seperti ia yg berkhayal tentang puncak gunung, sedang sebenarnya ia tetap berada di bawah," kata Jon.

 "Tapi bukankah merepotkan merenungkan hal-hal itu?"

 "Keimanan yg kuat lahir dari keraguan yg begitu dalam," Suatu dialog ketika manusia menghadap Tuhannya.

 "Mengapa kau tak mendaki?" kata-Nya.

 "Aku sudah bahagia di bawah sini,"

 "Maka di kerendahan itulah kau akan mendapatkan kedamaian (surga)," kata-Nya lagi.

 "Lho mengapa? Bukankah ritualku hebat?" tanya sang hamba.

 "Mengapa kau tak melakukan pendakian? Falaqtahamal aqobah?" Sang hamba tahu Dia tak menerima jawaban sebelumnya.

"Aku tak melihat itu adalah hal yg harus ku lakukan,"

 "Alam naj'alahu ainain? Bukankah telah Ku berikan dua mata untukmu melihat?"

 "Aku tak melihat itu adalah hal yg harus ku lakukan,"

 "Mengapa kau tak harus melakukan pendakian, sedang Aku menunggumu di sana? Bagaimana kau merasa bahagia sedang Aku tak pernah kau tuju?"

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Pencari Mendaki tinggi

No comments:

Post a Comment