Menengok kesunyian - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, March 20, 2018

Menengok kesunyian

Pertanyaan tentang lelahnya hidup ini Telah terdengar berkali-kali Apa kau tak letih hidup sedemikian itu? Apa yg sebenarnya kau tuju? Kebahagian yg lahir dari keputusasaan Apakah itu tak termasuk dalam rasa keterpaksaan? Mari kita tak mengukur langit dari kejauhan Dengan mata yg hanya memusatkan satu sudut pandangan Seperti lembah dan gunung Hari ini kau mungkin kelelahan Besok bisa saja kau begitu kuat bertahan Juga nyanyian, bukankah terdiri dari nada yg bergantian? Lalu ku matikan komputerku Menengok kesunyian dari daftar nama terdahulu Mereka yg pernah menghiasi ruang jiwa dengan rindu Lalu hilang tiba-tiba membakar apa yg ia ciptakan dulu Menyisakan luka yg lama mengering Sanggup tersembuhkan namun tak pernah mampu dilupakan Berharap ada suaranya dari belakang sana Hanya mengganggu fokus jalanku saja Tiba-tiba aku berkata 'Ah, ya, aku pernah mengalaminya Mengenalnya dan bertaut hati bersamanya disana' Biar, biarkan itu tetap di sana Setidaknya di sana ada bekas luka Yg ia tinggalkan spesial untukku saja Menjadi kenang-kenangan mesra dari masa itu Membuktikan mesti terluka aku takkan pernah membencimu Tapi luka jiwa barangkali adalah ilusi Delusi yg menghantui pikiran yg tak mampu mengendalikan diri Bukankah, rasa takut adalah bayangan diri yg tak dapat kita taklukan? Mengapa kau lari dari dirimu sendiri? Yg mampu terluka adalah raga Karena jiwa adalah udara Siapa yg mampu melukainya Dalam api pun ia turut membara Terakhir yg manusia lakukan adalah berdoa Tentang dunia yg menyambut setelah kita menua Menghapus rasa takut ketidakpastian yg menyiksa Ada kehidupan seperti apakah di dalam sana Entah beruntung entah bernasib sial Ia yg telah tersakiti dunia tak akan takut apa-apa lagi Kini kau pilih mana Tersakiti dunia dan menjadi berani atau menangisi waktu yg kan mati Jika keinginan adalah racun Maka rasa sakit tertinggal adalah penawarnya Bagaimana kau mampu hidup bahagia Jika kau meminum racun tanpa pernah mau terluka

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Mencintai tanpa kecemasan People jail in the sadness

No comments:

Post a Comment