Menjadi cerdas dan merasa cerdas itu beda - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, March 28, 2018

Menjadi cerdas dan merasa cerdas itu beda

"Piagam madinah, perjanjian linggarjati, renvile, konferensi meja bundar, semua diplomasi itu terlihat goblok. Bahkan Umar ibn Khottob meragukan kerasulan Muhammad saw saat piagam madinah (perjanjian hudaibiyah?). Itu strategi. Bapak-bapak bangsa kita dulu bukan orang-orang bego, seperti kita saat ini yg gila materi." Jon mulai prolognya. "Saya kuliah di jurusan sejarah, saya tahu strategi mengubah suatu tatanan masyarakat yg sudah mapan, saya paham bagaimana 'meliak-liuk' untuk membangun sebuah peradaban baru. Kalau antum merasa sama-sama paham, mari sini diskusi. Dari dulu kan antum menolak diskusi sama saya. Takut disesatkan."

Untuk merasa cerdas, kita bisa hanya membaca atau mendengar ceramah dari satu dua orang terpelajar. Tapi menjadi cerdas, sekalipun ia belajar dari sejuta buku dan seluruh manusia, ia akan tetap merasa kurang ilmu. Robbi zidni ilma, wa ar zuqna fahma.

#konsultasipsikisgratis



Bacaan selanjutnya


Nuansa Jabal Uhud                                                                                          Fitnah Kami sekali lagi               

No comments:

Post a Comment