Menyelam - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, March 15, 2018

Menyelam

Sang Nabi tak bisa membaca buku-buku berhuruf, hasil karya manusia. Itu terlalu 'kecil'. Yg layak ia baca adalah 'buku alam semesta', yg huruf-hurufnya hasil karya sang pencipta._Jon Q_
"Aku punya diagnosa baru buat penyakit batuk yg belum sembuh," kata Jon pada Beth. "Ilmiah, atau dekat dengan parapsiko?" tanya Beth. "Ilmiah," "Penjelasannya?" "Ada bagian otak yg ketika oksigen masuk ke sana, bagian otak itu memberi perintah pada paru-paru untuk kontraksi, lalu batuk." Jon menjelaskan. "Aku mulai merasa, sudah mampu mengendalikan gelombang alfa (ketenangan), theta (mimpi), dan delta (penyembuhan). Saat aku batuk darah dulu, aku asumsikan itu efek dari otak yg terlalu cepat berevolusi untuk kemampuan itu," Kemampuan-kemampuan metafisik akan mengakibatkan otak menyerap energi tubuh 2x lebih banyak. Manusia tak bisa memiliki kemampuan itu, karena otak tak berevolusi untuk itu. Akibatnya, orang yg mempelajari itu akan menjadi kurus, bahkan kejang, mimisan, atau bahkan kanker otak.
"Lu pelajarin kemampuan metafisik begitu?" tanya Beth. "Engga. Buat apa? Aku bahagia dengan diriku seutuhnya," kata Jon. "Lah terus pas batuk darah itu?" "Gak tahu juga sih. Pas sholat ashar itu, aku cuma membayangkan 'mengoperasi' dada siswaku yg muncul benjolan-benjolan kecil. Ibunya takut itu kanker, sedang mereka orang tak punya," "Em, kali ini juga dituntun pertanyaan?" "Iya," "Apa tuh?" "Apa yg lebih lembut dari angin?" "Jawabnya?" "Pikiran. Mudah dihembuskan (hawa) kemana-mana, dan melekat," "Ya ampun, nafas ente benar-benar tahan ya, menyelam sedalam itu," kata Beth. "Otak manusia tak bisa menjelaskan mengapa mawar berwarna merah, baunya enak, mengapa langit sore berwarna senja, mengapa foton-foton cahaya membentuk senja, tak ada reaksi kimia dalam otak yg menjelaskan itu. Semua itu adalah pikiran," Jon meracau. "Glukosa, gula, itu makanan utama otak. Bisa dibuat di laboratorium kimia. Tapi direaksikan dengan apapun, glukosa pasif. Berbeda ketika glukosa dibawa darah ke otak, gula itu bisa berpikir, merasa takut, harap, dan lain-lain. Sederhananya, otak adalah mesin dan pikiran adalah bahan bakar. Mesin baik, kalau bahan bakar baik." "Pikiran mudah terbawa hembusan, tanpa ilmu. Tapi ilmu hanya akan memberatkan, tanpa cinta, orang berilmu pun mudah terombang-ambing pikirannya. Bukan cinta personal, tapi 'cinta besar', kesadaran bahwa ia bukanlah ia yg kecil itu, tapi bagian dari semesta." Beth terdiam. Mungkin mencoba menyelami racauan temannya yg aneh itu. "Pikiran yg tenang, memusatkan reaksi kimia dalam otak ke satu titik. Detak jantung, tekanan darah, bisa membantu manusia mengendalikan gelombang otaknya." lanjut Jon. "Lumba-lumba konon menggunakan 20% kemampuan otaknya, kelelawar, juga anjing. Ada binatang sejenis ubur-ubur yg tak bisa mati. Selnya regenerasi ketika tua. Seperti burung legenda phoenix, ketika mati ia terbakar dan dari abunya muncul phoenix kecil. Itu dimungkinkan cuma 50% kemampuan otaknya. Manusia rata-rata cuma 5-10% menggunakan kemampuan otaknya. Bagaimana jika 100%? Ini cuma asumsi, rasul telah mencapai itu ketika isra mi'raj."

#konsultasipsikisgratis            #konsultasi           #psikis              #gratis

Bacaan selanjutnya

Pendakian                                                                                                     Pencari

No comments:

Post a Comment