Mubahalah - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, March 3, 2018

Mubahalah

Boleh jadi, apa yg menakutkan bagi kita justru akan membawa kebaikan. Dan bisa jadi apa yg kita sukai, ternyata membawa keburukan di sisinya. Asaa antakrohu syai-aw wahuwa khoirulakum, asaa antuhibbu syai-aw wahuwa syarulakum._Jon Q_

Selepas isya, Jon merasa takut oleh pikirannya sendiri. Malam itu, malam pelepasan wisuda lembaga pendidikan yg yayasannya diketuai bapaknya si Jon. Kenapa si Jon takut?

Ada kabar, mereka membuat yayasan di dalam yayasan. Coup de etat? Kudeta maksudnya? Orang-orang kampung paham kudeta?

 Kedua, bapaknya si Jon yg ketua yayasan lembaga itu, tak diundang dalam acara pelepasan malam itu. Mana ada lembaga pendidikan mengadakan acara penting, pelepasan, ketua yayasan tak diundang? Ini semakin meyakinkan kabar itu.

Ketiga, tahun lalu bapaknya si Jon diundang. Tentu, mereka tak menyediakan waktu untuk sambutan. Mereka tak menyangka bapaknya si Jon akan datang. Mereka kira Jon dan bapaknya itu seorang penakut. Tahun lalu kyai-nya seorang pegawai pemerintahan. Beliau paham prosedur yayasan, paham pendidikan, dan berilmu. Lalu mengkritiklah ia pada lembaga itu. Mereka merasa panas. Apa yg terjadi? Pegawai pemerintahan itu dimutasi kerja. Kenapa? Ustadz lembaga itu punya saudara anggota dewan. Siapa berkuasa, dia menjadi 'Tuhan'. Itu semakin meyakinkan.

 "Anda sudah bukan kepala sekolah di sini lagi," kata ustadz lembaga itu. "Sekolah yg anda pimpin ikut yayasan yg baru kami pimpin. Dan ini SK-nya, saya yg memimpin sekolah ini sekarang," kudeta mulai.

"Mana akta yayasannya, Ustadz?" tanya Jon, di ruang kerjanya.

"Ini," ustadz tersebut menunjukan.

"Scope yayasannya apa, ustadz?" tanya Jon lagi.

"Scope? Sekop?" sang ustadz bingung. Jon menahan tawa.

"Ruang lingkupnya, lokal atau nasional?" tanya Jon lagi.

"Na, nasional lah! Nasional,"

"Mana SK Kemenkumham-nya, ustadz?"

Sang ustadz diam.

"Ini SK Kemenkumham yayasan kami," Jon menunjukan. Serangan balik. "Begini saja, ustadz, kita mubahalah saja. Ustadz kumpulkan yayasan ustadz, saya kumpulkan yayasan saya. Biar pak kepala kementerian kota yg menengahi. Siapa di antara kita yg salah. Dan beliau - kementerian, siap mencabut izin operasional lembaga saya dan lembaga yg dipimpin ustadz dan kawan-kawan. Berani?"

Sang ustadz gemetaran. Tapi, syukurlah, itu cuma mimpi yg muncul dari rasa takut si Jon. Masih manusia juga ternyata si Jon.

 #mubahalah            #esai                   #renungan             #ustadz

Bacaan selanjutnya

Jon, sang guru, dan secangkir kopi                                          Berhala ka'bah yang melarikan diri

No comments:

Post a Comment