Rahasia (1) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, March 10, 2018

Rahasia (1)

Burung-burung merpati itu mendekat ketika butiran jagung disebar dalam kurungan, tapi ketika dilemparkan pada mereka butir-butir mutiara, mereka seperti tak melihat. Untuk tahu mana yg berharga dan mana yg tidak kita sebaiknya berakal sehat. Untuk tahu akal kita sehat atau tidak sebaiknya bertanya pada ahlinya. Tapi kita lebih sering menganggap orang yg paham sebagai si gila, dan menganggap diri yg pandir ini sebagai si pandai. Luar biasa._Jon Q_

Seorang sahabat bertanya pada Jon tentang jiwa yg tak tertidur saat tidur.

"Lu tahu gak, kenapa kalau lagi sadar, rajin ibadah misalnya, tidur malah gak nyenyak, tidur ayam, setengah sadar," tanya sahabat Jon.

Karena yg ditanya lagi nyetir motor, si Jon cuma bisa balas pendek.

"Karena jiwa gak mau ikut tidur, kan tidur itu 'mati kecil'."

Tapi setelah si Jon sampai rumah, dia mendapat pemahaman lagi. Jinnya si Jon membisiki, mentransfer pemahaman baru.

"Enak kan, menjadi hamba yg cenderung tertuntun?" bisik Jin Jon. "Tiap ada persoalan baru, kau tak perlu berpikir keras. Karena aku akan menunjukan jalan, kemana kau harus melangkah menemui solusinya,"

Jon teringat dengan ayat-ayat Tuhan, tentang tidur yg istirahat, tentang tidur yg mati kecil. Tidur yg istirahat adalah tidur yg bergantian, tubuh 'mati', tapi jiwa terjaga. Tidur istirahat hanya dirasakan mereka yg ketika siang, hidup, tubuhnya menjaga jiwanya dari hal-hal buruk : berbohong, dendam, kemarahan, prasangka buruk, dll. Tapi tidur yg mati kecil, tidurnya orang-orang awam. Salah satunya si Jon itu. Tidur atau mati sulit dibedakan.

Si Jon terus belajar bagaimana agar ia selalu tertuntun 'jinnya' yg mengajari banyak hal dari dalam jiwa. Tubuh dan inderanya ia jaga, agar jiwanya tak mengikuti lagi keinginan-keinginan duniawi. Ia selalu berdoa berbeda dengan kebanyakan orang.

"Aku ikut Engkau, Tuhanku, aku ikut Engkau,"

Dan segala hasrat dalam diri Jon meleleh, mereka kecewa menempel pada jiwa yg tak dapat diajak berlari mengejar dunia.

 "Orang-orang yg jiwanya Dia jaga, ayyatuhan nafsul muthma'inah, ia dapat memetik pemahaman di manapun ia berada," kata Jin Jon. "Ketika beribadah, berdzikir, berjalan, bekerja, menyetir motor, ia tenang bahkan di saat orang-orang tak bisa menenangkan diri. Kau mau selalu seperti itu? Saling menjaga-lah antara tubuh dan jiwamu,"

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Wujud zat kelima                                                                                                         Kasyafah

No comments:

Post a Comment