Siapa yg tak menganggapmu sombong? - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, March 8, 2018

Siapa yg tak menganggapmu sombong?

Khadijah yg mendatangi Muhammad. Ia perempuan kaya, terhormat, cerdas, mendatangi pemuda lusuh, miskin dan yatim piatu. Ini fitrah. Tadzkiroh, makna filosofis kisah-kisah seperti ini dijungkirbalikan pada zaman ini. Laki-laki mengejar perempuan, dan perempuan merasa hina jika mengungkapkan perasaan. Kau anggap Khadijah itu hina?_Jon Q_

Muhammad sebagai pemuda, ia hanya pasrah tentang jodohnya. Bukan pasrah dalam arti putus asa, tapi ia terus upaya dalam diamnya. Ia membagi hasil kerjanya pada anak-anak yatim, pada si miskin, tindakan yg sangat jarang dilakukan oleh pemuda di jaman itu. Miskin, yatim piatu, tapi sok kaya dan menjadi pahlawan, siapa yg tak menganggapnya sombong?

Tentu, kisah si Jon tak bisa disebandingkan dengan rasul ketika muda. Si Jon cuma pengagum rahasia sang nabi. Pemuda lusuh yg sedang dipermainkan takdir.

Siapa yg tak menganggapmu sombong, Jon?

Di mana, di mana ada anak muda yg diberikan tanggung jawab sepertimu? Kau teranggap ambisius. Seusia itu kau 'mengejar' kemuliaan di mata manusia.

 "Siapa yg mengejar? Siapa yg minta? Tanggung jawab ini 'dilemparkan' Tuhan padaku. Aku tak meminta!" seru Jon padaku sore itu.

Dia bercerita tentang budaya priyayi keluarga kakeknya. Bukan cuma paman dan bibinya, guru si Jon juga merasa 'dilangkahi' karena dia meminang perempuan tak ditemani orangtuanya.

"Orangtuamu masih hidup, sok banget sih melamar tanpa mereka? Kau anggap bapak ibumu apa?" kata mereka.

 Tapi si Jon dasar pemuda belagu. Ia sok keren, memegang ungkapan dari menantu sekaligus sahabat nabi : Ali ibn Abi Thalib.

"Seorang pemuda bukan ia yg menggantungkan hidupnya pada orangtuanya. Membanggakan orangtuanya. Bapakku seorang mulia, ibuku seorang terhormat... Seorang pemuda adalah ia yg berani menghadapi tiap persoalan hidupnya sendiri," kurang lebih begitu.

Tapi, memang anak-anak muda di jaman ini barangkali harus lebih bijak dari orangtuanya. Menerima apapun nasehat dari mereka, sekalipun mungkin mereka tak paham jaman telah berbeda.

"Bener lu gak ijin orangtua pas main ke rumah tunangan lu, Jon?" tanyaku.

 "Izin," jawabnya pendek.

"Bapak ibu lu rido?"

"Rido,"

"Lah terus kenapa banyak orang bilang lu sombong?"

"Gak tahu,"

Terkadang cinta bukan tentang harga diri. Terkadang itu adalah tentang penyerahan diri. Penyatuan diri. Membuka hati untuk siapa saja yg datang, dan tak menutup hati itu ketika seseorang telah memasukinya. Bukan agar seseorang memasukinya lagi, tapi agar ketika ia yg telah memutuskan untuk masuk kemudian merasa tak nyaman, ia dapat keluar kapan saja. Mencintai tanpa kecemasan, jatuh cinta tanpa keinginan, karena penyatuan cinta adalah tentang kebutuhan tanpa paksaan.

Bacaan selanjutnya

Nuansa jabal uhud                                                                                         Muda sang nabi    

No comments:

Post a Comment