Tiga pilihan sebelum kau bermimpi (1) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, March 10, 2018

Tiga pilihan sebelum kau bermimpi (1)

Mungkin tak begitu berkesan, tapi hanya itu yg aku bisa berikan sebelum kau terlelap. Akan aku dongengkan suatu kisah kehidupan, aku nyanyikan ayat-ayat Tuhan, atau ku bacakan puisi yg ku buat tadi pagi? Bukan untuk menunjukan betapa menyesal mereka yg tak bersamaku - aku tak peduli, tapi aku ingin engkau terus bahagia sepanjang kita membuka mata. _Jon Q_ Malam ini kau pilih apa? Cerita? Baiklah, aku kisahkan satu cerita aneh. Kau tahu itu ciri khasku, kan? 'Aneh'. Pagi-pagi sms dari nomor baru masuk. Aku tak kenal, beliau memintaku mengisi pengajiannya. Ya ampun, berkali-kali aku berterus terang di berbagai forum, majlis, jamaah, aku bukan ustadz, bukan da'i, paling banter, dan mungkin layak, aku disebut dukun. Yg kalau mati langsung dilempar di neraka terdalam. Kau tahu apa yg ada di kepalaku tiap ada orang yg memintaku berbagi ilmu? Oh, tidak, tidak, kau jangan mengira, 'berbagi' ilmu yg ku maksud bukan dariku. Gila, darimana aku punya ilmu? Belagu benar. Kalaupun ada, itu mutlak karena Allah berkenan, berkehendak, lewat tanganku ilmu-Nya ku bagi. Ah, ya, apa yg ada di kepalaku? Surah Abasa. Ketika rasul didatangi Abdullah bin Ummi Maktum, lalu ia cemberut. Tak senang karena kenyamanannya terganggu saat ia berbincang dengan para bangsawan quraish. Tentu, aku tak punya teman bangsawan. Mana ada bangsawan yg mau mendekat gembel seperti aku? Tapi tentang kenyamanan, yg harus aku singkirkan demi mereka, orang-orang yg membutuhkan sedikit ilmu Tuhan yg Ia titipkan padaku. Titip lho, karena aku tak punya apa-apa, selain kamu. Pengajian itu di bawah payung sebuah partai. Jangan heran, nanti kalau-kalau kau melihatku berpidato di tengah massa partai A, partai B, atau C, tarekat tlepong, atau tarekat tlethong, agama A, agama B, kepercayaan Anu, atau golongan atheis skeptis. Aku saudara mereka. Aku bukan kader golongan apapun. Aku cukup sebagai umat paling tak pantas diakui Muhammad ibn Abdullah. Selama Tuhan berkenan memakai jiwaku untuk membagi ilmu-Nya pada mereka, aku siap, insya allah. Selamat tidur. Sun kening
.









Bacaan selanjutnya















Satu petualangan menuju akhir Janji Suci



Bac

No comments:

Post a Comment