Titik ba (2) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, March 2, 2018

Titik ba (2)

Kebenaran hanya milik Tuhan dan rasul-Nya. Kewajiban manusia sebelum melaksanakannya adalah iqra. Bacalah. Cari, teliti, telusuri, pelajari, renungkan kembali. Kembali, karena tak ada yg benar-benar lari dari genggaman-Nya._Jon Q_

Tulisan ini lanjutan dari judul tahun yg lalu. Untuk seorang teman, yg bertanya tentang awal penciptaan. Tidak ada yg memaksamu membaca tulisan-tulisanku, dalam akun ini. Seperti temanku itu, dengan rela aku sesatkan ke dalam kedalaman yg orang-orang lenyap ketika memasukinya. Kita mulai.

 Tuhan berkata, 'Nun, Wal qalami yasturuwn," kenapa 'Nun'? Bukankah kita akan membahas 'Ba', dengan titik di bawah, bukan di atas : Nun?

Alif, menyimbolkan keesaan Tuhan. Ba, adalah cahaya kebalikan dari Nun. Dalam tulisan sebelumnya, Tuhan menciptakan qalam (pena) sebagai makhluk pertama. Dihiasi arsy, kursy, dalam lembaran yg terjaga (lauh al mahfudz), dan di atas mereka adalah sidrah al muntaha (dimensi yg keindahannya disimbolkan pohon buah bidara). Qalam, pena, adalah cahaya pertama. Para sufi mengatakan itu Nur Muhammad. Sebagai garis yg melengkung dalam Nun dan Ba. Cahaya qalam, cahaya Muhammad.

Lalu, bagaimana Tuhan mencipta, sedangkan Ia Esa, tak ada yg ada selain Dia, dan bagaimana mungkin Tuhan berubah, dari awalnya tak menciptakan apa-apa menjadi menciptakan cahaya pertama : qalam/nur muhammad? Jika Tuhan berpikir, maka Tuhan tidak Esa, karena selain Dzat-Nya ia memiliki pikiran?

Para filsuf, al farabi khususnya, menjabarkan ini. Dilanjutkan para filsuf, teosof, yg intinya adalah, Tuhan Esa dalam Dzat, pikiran, sifat. Beberapa hal itu hanya konsep buatan manusia untuk memahami-Nya. Karena Tuhan memikirkan diri-Nya sendiri, dari itu memancarlah cahaya pertama, qalam, nur muhammad. Ba, dalam langit pertama, yaitu wilayah kegaiban. Nun, dalam langit ke tujuh, yaitu wilayah materi, yg ilmu pengetahuan menyebutnya Big Bang. Salah atau benar, rasul telah berpesan, pikirkanlah ciptaan-Nya, bukan Dzat-Nya.

Cahaya pertama, qalam, menuliskan segala sesuatu, tak ada yg luput sedikitpun. Qalam, di langit pertama, yaitu cahaya pertama, menuliskan. Ketika cahaya qalam, nur muhammad menjelma sebagai manusia di dalam langit ke tujuh, ia bertugas membacakan. Qalam di atas menulis, qalam di bawah (Muhammad ibn Abdullah) membacakan apa yg dulu ditulisnya sendiri. Dari cahaya pertama memancarkan cahaya kedua, Jibril dalam spektrum cahaya ungu dan dimensinya.

Dari cahaya kedua, muncul cahaya ketiga dan keempat, Mikail, Izrail, Izrafil, cahaya selanjutnya diiringi para malaikat dan ruh, sampai pada Munkar Nakir, Para Pencatat, Penjaga Surga dan Neraka, dan terakhir adalah spektrum atau lapisan cahaya merah, yaitu materi pertama, atau Big Bang. Dan ketika memancar cahaya ketujuh inilah, terjadi dialog penciptaan Adam, bertanyanya malaikat, kesombongan iblis yg akhirnya tak bisa lagi keluar masuk langit keenam, wilayah para malaikat penghukum.

Mengapa iblis berada di tengah-tengah malaikat?

 Ia adalah Jin yg lulus uji. Ma kholaqtul jinni wal ins illa liya'budun. Hanya Jin dan Manusia yg memiliki kehendak bebas. Dan iblis, jin yg semua kaumnya, saat itu ingkar pada Tuhan, ia satu-satunya yg lulus ujian. Kholaqol hayyata wal mauta liyabluwakum. Dia menciptakan hidup dan mati sebagai ujian. Dan iblis, dari golongan jin, ia lulus.

Bumi pernah mengalama kiamat tiga kali. Kiamat dari kata 'Qum', bangkit, berdiri, bangun. Qowama, yaqumu, qum, iqomah, qiyamah.

 Kiamat pertama ketika bumi dibangkitkan pertama kali, dari 'ad dukhon' debu semesta yg memutar-padat. Bersamaan dengan itu terciptalah Abal Jaan, nenek moyang jin. Dan karena mereka ahli merusak, senang perang, bumi dikiamatkan kedua kali. Abal jaan dimusnahkan, tersisa Banul Jaan, anak-anak jin generasi selanjutnya, yg sama suka perang, bahkan menyerupai binatang buas. Dari Banul Jaan lahirlah iblis, Jin yg lulus ujian, ketika yg lain ingkar, ia taat. Ketika yg lain perang, ia beribadah dengan tegar. Iblis membantu para malaikat penghukum mengkiamatkan bumi untuk ketiga kalinya. Bersamaan dengan ini, bumi telah layak huni. Ketika ke langit, malaikat di kabarkan, Tuhan akan mengangkat seorang khalifah. Iblis merasa senang. Ia kira ia-lah yg akan diangkat. Siapa lagi.

"Kenapa Engkau akan mengangkat (makhluk) yg suka berperang dan menumpahkan darah (wa yasyfiquddima)?" tanya malaikat. Mereka kira, Tuhan akan menjadikan Jin lagi sebagai khalifah di bumi. Inni a'lamu walakum la ta'lamun. Aku tahu, kalian tak tahu. Kata Tuhan. Setelah kisah itu, mulailah Iblis kecewa. Membangkang, berdoa agar ditangguhkan hidupnya, dan menjadi lawan tanding Adam beserta keturunannya sampai kiamat (kebangkitan) keempat, atau terakhir.

Lanjut?  

#iblis             #titikba    #filsafat          #nurmuhammad        #diskusi               #tasawuf

Bacaan selanjutnya

Kehendak di tingkatan pertama                                                 Kehendak di tingkatan kedua

No comments:

Post a Comment