Di dalam kondisi surga - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, April 5, 2018

Di dalam kondisi surga

Semesta diciptakan dalam keseimbangan. Suatu hal buruk terjadi karena keseimbangan terganggu. Keseimbangan berubah oleh suatu hal yg berlebihan. Dalam keberlebihan ada keterpaksaan, dan segala sesuatu yg memaksakan diri dipengaruhi keinginan. Hal terakhir itu yg seharusnya dikendalikan._Jon Q_
Kata-Nya, orang-orang yg telah memasuki surga tak akan bicara sia-sia. Tiap kata yg diucapkannya adalah berharga. Kata-Nya, di sana tak ada ucapan selain salam, keselamatan, kata-kata yg menyelamatkan : badan, pikiran, dan perasaan. Kata-Nya, di surga seperti sedang duduk di atas dipan-dipan. Bukan kursi, tapi dipan, dan ke mana pun mereka memandang adalah keindahan. Mereka yg berada dalam kondisi surga, merasakan keindahan selalu dalam derita ataupun gembira. Di bawahnya, surga, mengalir sungai-sungai, yg menghanyutkan segala keburukan. Dendam, kebencian, kemarahan, prasangka buruk, semuanya mengalir, hanyut, lenyap dalam diri orang-orang yg berada dalam kondisi surga. Bagaimana bisa?
Bukan terang atau gelap yg menjadikan sesuatu itu buruk. Melainkan pikiran, ketika ia tak dapat ditundukan, ditenangkan. Pikiran yg bersekongkol dengan keinginan, menutupi pandangan hati. Sedangkan hati adalah satu-satunya yg mampu melihat kebenaran. Berjalan menuju yg mengarahkan pada kedamaian : yg orang sebut sebagai surga. Bukan karena seseorang memasuki surga, ia menjadi bahagia. Tapi karena ia bahagia, tak ada pikiran dan perasaan yg tertinggal, semuanya hanyut, mengalir, ia telah berada dalam kondisi surga. Seperti boneka bandul pasir. Ia dipukul, ditendang, diterjang, ia tak akan jatuh. Karena pasir yg memberatkan di pangkal boneka. "Yaa ayyatuhan nafsul muthma'inah, irji'i ilaa robbiki rodliatam mardliyah, fadhkhuli fii ibadi, fadhkhuli jannati,"

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Surga untuk orang-orang sesat Dimanakah Kebahagiaan berada?

No comments:

Post a Comment