Istri salihah, istri thalihah - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Sunday, April 1, 2018

Istri salihah, istri thalihah

Menikahlah dengan perempuan yg menyukaimu. Barangkali itu makna romantis ketika Tuhan berkata lewat lisan Ibn Abdullah, "Laki-laki yg baik untuk perempuan yg baik," Laki-laki yg menyukai dan disukai wanitanya._Jon Q_
Ada teladan yg lengkap tentang suami istri dalam qur'an. Ada suami istri yg baik, ada suami istri yg jahat, ada suami yg baik tapi istri yg jahat, ada juga suami yg jahat tapi memiliki istri yg sangat baik. Suami istri yg baik, tentu teladan lengkap ada di rasulullah. Ada yg suami istri dua-duanya jahat, ada di surah al lahab : Abu Lahab dan istrinya. Ada suami yg baik, tapi istrinya jahat, seperti Nuh dan Luth. Ada yg suaminya jahat, tapi istrinya baik, seperti Asiyah istri Fir'aun.

Semisal diambil dari satu pelajaran sholat berjamaah - makmum mengikuti imam, tidak ada imam yg mengikuti makmum. Terkecuali imam melakukan kesalahan. Selalu, ini tentang pemahaman. Jika imam tak berilmu, maka makmum menuntun. Jika imam berilmu, memiliki pemahaman, maka makmum mengikuti. Makmum-makmum yg tak taat imam yg berilmu, ia akan kalah. Melawan orang berilmu itu sama saja mencari mati. Istri-istri yg tak taat pada suami yg berilmu, sabar, ia akan 'kalah'. Istri Nuh ditenggelamkan, istri Luth terbakar lava panas membatu. Bukan karena Nuh dan Luth tak mampu mendidik mereka, atau sang nabi 'lebay', mendidik umat ia mampu tapi mendidik keluarga ia tak mampu : bukan. Para nabi adalah orang-orang pilihan. Memiliki keseimbangan ilmu dan iman. Mereka bisa salah, tapi cenderung tertuntun dalam kebaikan. Bukan hanya kesalahan bertindak, sejak dari pikiran saja jika mereka salah akan ada yg 'mendidik mereka dari dalam'. Tugas nabi, rasul, selalu dalam ranah mendidik. Menyampaikan - dengan ilmu dari 'langit', dan memberi peringatan : dari 'langit' juga. Menjaga, melindungi, bahkan menyelamatkan jiwa manusia bukan kapasitas manusia, bahkan seorang nabi pun. Bukan pendidikan mereka yg salah - terbukti mereka mendapat ganti istri yg lebih baik, tapi 'kebebalan' istri-istri yg menolak untuk terdidik. Bukan terpelajar, tapi terdidik. Terpelajar mengejar kepintaran, terdidik mengejar pemahaman. Tak apa belajar lama, yg penting paham. Keterburu-buruan melahirkan keinginan yg berlebihan. Orang terpelajar belajar bicara dari apa yg didapatkan, orang terdidik belajar menyesuaikan diri kapan ia harus bicara dan kapan ia harus diam : merenungkan kembali pemahamannya. Jenis istri-istri seperti istri Nuh dan Luth, adalah istri-istri yg 'bebal', kafir, menolak belajar, tak mau dipahamkan, merasa telah pintar. Tidak ada pertanyaan mencari pemahaman, tak ada dialog mesra suami istri, yg ada hanya merendahkan suami yg begitu sabar : Nuh dan Luth. Kesabaran yg sempurna, shobron jamiil, itu mengapa mereka 'menjadi' nabi.

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Perempuan ahli neraka Lelaki purba

No comments:

Post a Comment