Khalifah - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, April 25, 2018

Khalifah

Manusia cenderung menyimpang, mungkin itu mengapa malaikat protes ketika akan diangkat seorang manusia menjadi khalifah (wakil)-Nya di bumi. Tapi, justru, ia yg menjadi khalifah-lah yg akan 'meluruskan' umat manusia. Ia menjadi 'kitab qur'an' berjalan. Karena qur'an menuntun ke jalan yg lurus. Mungkin itu mengapa malaikat bungkam, ketika manusia terpilih itu ternyata 'berbeda' : qur'an yg dihafal mereka, dipraktekannya._Jon Q_
Ia yg mengelak bahwa pencapaiannya adalah kuasa Yg Maha Kuasa, ia kafir. Ia menolak, menutup pikiran dan hati, bahwa apa yg dinikmatinya bukanlah atas usaha dirinya yg kecil itu. Manusia tak bisa memastikan apapun, dalam artian 'diri manusia'. Kaum teosof akan menolak pemahaman itu - itu qur'an, bahwa manusia dijadikan khalifah atas kehendak-Nya. Karena dengan begitu, berarti meniadakan diri. Dogma / keyakinan ortodoks, fatalisme, bahwa manusia tak berkuasa apapun. Tapi, barangkali mereka akan menerima, bahwa seorang khalifah, adalah manusia yg telah 'lenyap' dirinya, dan dengan itu Diri Yg Tinggi mengangkat Diri-Nya sendiri dalam wujud manusia, yg tertuntun qur'an.

Persoalannya, ia yg berada dalam 'definisi' khalifah, justru tak mudah dikenali. Dunia 'menyembunyikannya', bukan benar-benar menyembunyikan, tapi menutupinya dengan nuansa zaman yg menjadikan mereka 'tak tampak'. Bagaimana ia akan tampak, Diri Yg Tinggi, tak bisa dicapai oleh diri-diri yg rendah. Yg masih cenderung menyimpang, dan tenggelam dalam ketersesatannya. Tenggelam, ia tak tahu lagi daratan seperti apa. Dan dunia memperbanyak cara, bagaimana memperbanyak orang-orang yg tenggelam itu. Bahkan, sekuat tenaga menyeret khalifah-khalifah yg tertuntun qur'an, agar melakukan apa yg pernah dilakukan khalifah pertama - Adam, dikeluarkan dari 'kedamaian Diri Yg Tinggi' : surga.

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Imam dan makmum yang setara Man ulil amri minkum

No comments:

Post a Comment