Lucid dream - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, April 2, 2018

Lucid dream

Mimpi benar-benar menjadi lorong yg menyatukan saat ini, masa lalu dan masa depan. Masa lalu tergambar semestinya, sedang masa depan tergambar dengan kode atau isyarat. Lihat besok, jika kabar dari pemerintah terbukti, maka mimpi tiga hari lalu benar. Kau tak bisa selalu melawan. Kau tak bisa selalu memberikan pembelaan - mengalirlah._Jon Q_
Akhirnya Jon menemukan penjelasan untuk kasus seorang teman, yg seringkali mendapatkan bisikan gaib dan mimpi tentang masa depan dirinya. Awalnya, ia tak begitu mengiyakan saat temannya bercerita tentang 'seseorang' yg terkadang memberikan petunjuk lewat hatinya. Jon baru menyadari, saat ia 'diserang' ketika mengimami sholat ashar bersama rekannya itu. Jon muntah darah, selepas sholat ashar. Entah mengapa, penyebabnya tak jelas.

 "Di rokaat ketiga, 'dia' bilang, 'Kalau orang ini tahan, berarti dia beruntung,' aku nggak tahu itu buat kamu, Jon," kata temannya.

Maksudnya, kalau Jon bisa bertahan dari 'serangan' itu, dia tak mati, maka si Jon beruntung. Karena kasus yg seperti itu, jika tak mati, setidaknya ia langsung pingsan kehabisan banyak darah.

 "Aku tahu penjelasan tentang 'Daimon' (seseorang yg membisiki dari dalam diri) yg sering bicara padamu," kata Jon. "Aku tak tahu, entah karena beban psikologis yg kamu derita di masa lalu, atau memang ketenangan pikiranmu yg stabil, itu dinamakan 'Lucid dream'."

 Mimpi dalam keadaan sadar. Orang yg mampu melakukan ini, ia bisa menengok kembali masa lalunya, dan mendapat isyarat akan masa depannya : dengan simbol-simbol atau yg sebenarnya.

 "Apa yg menjadikan aku bisa, Jon?"

 "Alam bawah sadar. Ia tak dapat kita kendalikan, tapi bisa kita ajak dialog. Mungkin itu yg dialami para nabi, tentu dengan intensitas lebih tinggi."

 "Seperti Musa saat melihat api di Thursina, maksudmu, Jon?"

 "Mungkin, iya," jawab Jon. "Pertanyaan yg mengganjal adalah.." kata-katanya menggantung. 

"Adalah?"

 "Alam bawah sadar mungkin memiliki kesadaran sendiri, yg menjadikan ia seakan membimbing kita,"

 "Maksudmu, Tuhan, begitu?"

 "Entahlah, aku masih merenungkannya," Jon ragu. "Dari benakku, tak mungkin Tuhan dicapai 'semudah' itu,"

 "Lucid dream, maksudmu? Kamu sudah bisa?"

 Jon menggeleng.

 "Apa mimpi sadarmu akhir-akhir ini?"

 "Banyak, sampai aku hampir kena skizofrenia," kata Jon.

"Tapi yg mungkin terjadi besok, aku memimpikannya tiga hari lalu,"

 "Tell me if u want, Jon,"

 "Aku bermimpi menyelamatkan banyak orang dari penjahat, satu orang yg ku sembunyikan keluar, aku menyembunyikannya lagi. Tapi tak sempat bersembunyi. Aku dikejar tiga penjahat, berlari, memanjat rumah orang, melompat, menghindar secerdas mungkin, tapi akhirnya terjebak. Tiga pistol diarahkan pada kepalaku, aku menyerah,"

 "Artinya?"

 "Orang yg ku selamatkan - tentu dengan kehendak-Nya, adalah orang-orang yg ku jaga saat ini. Penjahat itu, adalah hukum alam. Aku berlari menghindar lincah, itu karakterku yg tak akan menyerah dan menantang bahaya. Tertodong pistol, aku sebaiknya pasrah." 

"Pasrah? Maksudnya?"

 "Tentang pernikahanku," kata Jon.

"Aku pinjam banyak dana untuk pembiayaan tempatku bekerja, rencananya bantuan yg akan turun bulan ini untuk menutup itu dan persiapan pernikahanku. Karena memang semua hasil kerjaku dipinjam ke sana. Ada kabar, 99% benar, bantuan itu di-stop. Barangkali mimpi itu benar. Barangkali itu mengapa aku selalu gagal mendekati perempuan, karena akan ada takdir ini, di bulan ini. For a minutes mybe i have to taken easy. But, the truth is not easy to learn. Just flow possibly," Rekan Jon mengembuskan nafas panjang.

 "How u get that thought, Jon? And u're still in the happiness? Sheeessz.."

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Konsultasi psikis gratis ala Jon Quixote Penghuni di tiap lapisan cahaya

No comments:

Post a Comment