Our children’s of heaven - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, April 13, 2018

Our children’s of heaven

Di bawah tanah manapun cacing-cacing berada, mereka akan menciptakan labirin-labirin indah di dalam bumi. Di langit manapun titik-titik air hujan berada, ia akan menciptakan pelangi yang indah di atas sana.
Pertama tentang siswa-siswa remaja yang belajar denganku. Ketika teman-teman seumuran mereka menghabiskan waktu hari Sabtu untuk bersenang-senang mencari hiburan jasmaniyah, nge-date, pacaran, mereka dengan semangat berkumpul di satu tempat untuk menggali ilmu bersamaku. Mereka tak tahu, Tuhan menghendaki mereka untuk berbeda dengan banyak anak seusia mereka, karena Tuhan ingin menjadikan mereka anak-anak pilihan. Dan aku mengambil tanggung jawab itu. Merelakan waktu bersantai-ku untuk mereka. Meski sangat sedikit pemahaman yang mereka dapatkan, itu aku sebut sebagai ‘furqon’. ‘Pembeda’, satu derajat yang Tuhan berikan untuk mereka yang bersungguh-sungguh belajar mencintai-Nya.
Kedua, tentang anak-anak sekolahku. Kelas 4-6, diagendakn untuk mengikuti Study Tour ke Kuningan : Museum Linggarjati dan Cibulan. Aku tak menyangka, ini akan terjadi cukup dramatis, sebagian anak berjualan es, jeli, makanan kecil, menjadi tukang parkir dadakan, membuat kerajinan tangan untuk dijual, bahkan mencari buah-buahan untuk ditukarkan uang pada temannya. Luar biasa, ini bahkan lebih ‘keren’ dari apa yang aku lakukan saat kecil. Tapi, ini memang suatu kesengajaan dari kami, para guru, agar mereka dari kecil belajar mandiri. Jika dulu aku memulung – sekalipun anak seorang PNS, mereka lebih terhormat, menjadi bisnismen kecil. Satu kesengajaan, bahwa sebenarnya dari kami telah dianggarkan sendiri, khusus untuk anak-anak yang memang tidak begitu mampu, untuk mensubsidi mereka. Jadi, semacam kejutan nanti di akhir ‘episode’ : hari H.
Yang pertama, aku pernah banggakan pada teman-temanku di Bandung sana. Bahwa aku dan beberapa teman remajaku telah membuat ‘Forum Margadana’ dengan nama SC (Study Club) di sini. Forum Margadana adalah semacam ‘gerombolan’ mahasiswa yang terasing dari kampus, lalu membuat forum jalanan. Forum itu memiliki tiga orientasi, intelektualitas, yaitu dengan diskusi bebas tiap minggu satu kali. Kepekaan sosial, dengan cara jalan-jalan malam, membagi pakaian bekas dan makanan pada orang-orang jalanan yang sedang tertidur pulas. Dan yang terakhir, karya. Yaitu dengan menciptakan kreativitas, apapun itu.
Yang kedua, tentang anak-anak sekolahku. Pernah aku janjikan, setelah mereka lulus nanti, aku akan mendirikan semacam ‘pengajian alumni’. Akan aku tuntun mereka, jika Tuhan menghendaki, mereka akan menjadi diriku yang lebih baik, karena menyerap pemahaman yang aku miliki dengan tambahan karakter unik masing-masing dari mereka. Seperti yang pernah aku mimpikan : Di bawah tanah manapun cacing-cacing berada, mereka akan menciptakan labirin-labirin indah di dalam bumi. Di langit manapun titik-titik air hujan berada, ia akan menciptakan pelangi yang indah di atas sana.
Mereka, barangkali adalah anak-anak surga kita.

Bacaan selanjutnya

Prinsip-prinsip pendidikan 1

No comments:

Post a Comment