Pencarian, perang, dan cinta - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, April 16, 2018

Pencarian, perang, dan cinta

Sedikit kisah tentang Salman Al Farisi. Ia mungkin lebih dikenal dalam sejarah perang Khandak (parit). Membuat parit yg dalam dan panjang mengelilingi kota Madinah, agar tak bisa dilalui pasukan kavaleri (berkuda) kaum quraish dan suku yahudi ghatafan yg bersekutu. Tapi, kisah pencarian Tuhan, dan penolakannya meminang wanita muslimah juga sepertinya ada pemahaman yg bisa didapat dari sana.
Ia dari Persia, Iran, bertubuh kekar, tinggi dan berotot. Seperti layaknya kaum arya, aryan, asal kata iran, fisiknya terlihat sempurna. Tegap, mancung, tinggi, kekar. Bahkan ketika menggali parit di perang itu, ada seorang sahabat yg berkata, kekuatannya menyamai kekuatan 10 orang.




Ia ditentang ayahnya, seorang majusi, zoroaster, atau yg disebut oleh literatur barat sebagai penyembah api. Zarathustra sendiri, yg dianggap pendiri agama zoroaster, ada riwayat yg mengatakan bahwa ia seorang nabi. Seperti nabi-nabi sebelum nabi Muhammad, ajarannya semakin menyimpang oleh pengikutnya yg berlebihan. Sejak ia mendengar desas-desus datangnya nabi baru, ia selalu memikirkannya. Orang persia adalah para petualang. Bukan cuma secara fisik, tapi juga pemikiran. Sedikit melenceng, artis-artis India yg bertubuh tegap dan mancung, jika bukan keturunan asli bangsa arya yg menetap di sungai hindus 2000-3000 tahun silam, kemungkinan adalah persilangan antara suku dravida (suku asli india) yg hitam, pendek, dan pesek, dengan suku arya. Ia melakukan perjalanan dari Persia menuju Madinah. Banyak riwayat yg menceritakan awal bertemunya dengan nabi, tapi terasa berbeda antar riwayat itu. Yg pasti, setelah memeluk islam ia menjadi budak seorang yahudi madinah. Dan ditebus dengan 40 ons emas, juga puluhan tunas pohon kurma. Pemikiran-pemikiran yg janggal pada agama sebelumnya, semua terjawab ketika bertanya pada rasulullah. Perang parit adalah konsekuensi dari penguasaan madinah. Pasca piagam madinah, beberapa suku kaum yahudi terusir dari madinah. Salah satunya adalah bani nadhir, suku ghatafan. Suku ini yg akhirnya berkomplot dengan Abu Sufyan untuk menyerang Madinah. Mereka memiliki sepuluh ribu pasukan, 3 ribu di antaranya adalah pasukan berkuda. Waktu perjalanan dari daerah pengasingan bani nadhir menuju madinah sekita satu minggu. Rasul berkata pada penduduk muslim madinah, "Adakah pendapat di antara kalian tentang (strategi) perang ini?"
Salman Al Farisi, yg merasa terbantukan telah ditebus dari majikannya oleh rasul, berpendapat, "Di persia, kami menggunakan (strategi) parit untuk melawan pasukan berkuda." Salman yg kekar memimpin pembuatan parit itu. Tentu ini ide gila, membuat lubang dalam dan panjang, mengelilingi kota madinah. Tapi, tentu perang yg sebenarnya lebih gila lagi. Tentang mata-mata yg masuk menghasud suku yahudi madinah, tentang 10 ribu lawan 3 ribu pasukan, tentang kurma dan makanan yg habis, kedinginan, kelaparan, rasa kantuk yg luar biasa berjaga di daerah terlemah di antara parit, dan yg pasti perang itu sendiri. Seperti hukum sebab akibat. Orang yahudi ghatafan menghasud yahudi madinah, awalnya berhasil, nyaris membukakan pintu untuk menyerang dari dalam. Tapi kuat dan 'sableng'nya kaum muslim ketika telah bertekad, membuat hasud itu gagal. Sebaliknya, Nuaym, seorang petinggi bani nadhir menyatakan keislamannya di hadapan nabi. Menghasud yahudi madinah dan ghatafan, memecah belah pasukan, menggentarkan semangat prajurit. Episode perang khandak ditutup dengan badai topan yg dingin, dan pasukan 'gaib' yg menyapu kaum ghatafan. Selanjutnya, serangan balik. Nabi memimpin mengepung Khaybar, daerah subur yg ditempati yahudi dengan benteng-benteng yg kuat. Khaybar ditaklukan, nabi menikah dengan Shafiya, perempuan yahudi khaibar. Terus bergerak sampai futh makkah, penaklukan mekah, dan akhirnya Abu Sufyan, paman nabi yg sangat ingin membunuh nabi, keponakannya sendiri, masuk islam. Jika tanpa ide gila Salman, mungkin sejarah akan tertulis lain. Terakhir, kisah cinta Salman yg tertolak meminang seorang wanita muslim. Ia mungkin pria kekar, tapi pemalu, karena mungkin sifat pemalu rasul dicontohnya. Ia meminta Ibn Bararah (?) untuk meminang seorang muslimah. Tapi di luar dugaan, sang gadis justru menyukai Ibn Bararah daripada Salman. Seperti yg diteladaninya, sang nabi, ia tertolak meminang gadis pertama. Nabi Muhammad, sebelum 'diminta' Khadijah, ia juga tertolak dari Umm Hani, anak Abu Thalib, pamannya sendiri. ---- Udah ah, capek mencet2nya.hehe

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Menikahlah Ini Tentang Cinta

No comments:

Post a Comment