Secangkir kopi penyesatan - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, April 24, 2018

Secangkir kopi penyesatan

Marilah kepada-Ku, semua yg letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Matius 11 : 28). Yaa ayatuhan nafsul muthma'inah, 'irji'i ilaa robiki rodliatam mardiyah, fadhkhuli ibadi, fadhkhuli jannati (al fajr).
Jon kembali berteman dengan insomnianya. Sekitar satu tahun ia dapat tertidur sore, karena lelah bekerjanya di siang hari, tentu saja dengan imbalan cuma-cuma. Serasa ada yg hilang, katanya, sekalipun telah mampu menikmati hidup di tengah tekanan. 'Yg hilang' itu, adalah teman imajinasinya di malam dini hari.



Tengah malam, ia membuat kopi. Sengaja, agar ia mampu 'memanggil' teman abstrak yg mengajak Jon menyelami keyakinan yg ia pegang : Islam. Tak lama, temannya datang. Tersenyum menakutkan, tanda ia membawa pemahaman yg cukup berat. "Kau mau aku sesatkan lagi?" kata teman Jon. Yg ditanya cuma menyeruput kopi. "Kali ini kau tak akan bisa menjawabnya," kata temannya lagi. "Try me," Jon menantang. "Kau berdoa, beribadah, apa kau yakin Tuhanmu mendengar itu, memperhatikanmu?" "Harus yakin. Aku cukup yakin saja," kata Jon, tersenyum meremehkan. Ia kira cuma itu pertanyaannya. "Bagaimana membuktikan kalau keyakinanmu itu benar? Bukan egosentris, memaksa diri kau telah yakin, meski kau tak mampu membuktikan keyakinanmu itu benar. Pokoknya ibadah saja," Jon terdiam. Hening benar malam itu. "Orang-orang animisme dulu yakin ada tuhan angin, tuhan petir, dan tuhan langit-bumi. Tapi setelah hindu datang, mereka tersadar apa yg dulu diyakini adalah salah. Lalu muncul budha, yg mengobrak-abrik kasta. Tuhan tak di luar diri, tapi adalah Diri itu sendiri. Dan muncul islam. Bagaimana kau bisa beribadah dengan keyakinan yg tak kau uji? Apa bukti keyakinan yg mendasari ibadahmu itu benar?" Jon masih termangu. Pandangannya kosong menatap cangkir kopi. "Qur'an?" Jon berkata tanpa ekspresi. "Ini bukan tentang Tuhan dan apa yg diturunkan-Nya," kata teman Jon itu, ia makin menekan. "Ini tentangmu, tentang keyakinan dirimu sendiri," Jon menghabiskan kopinya, berjalan lesu menuju kamar, lalu menggeletakan tubuhnya yg lemas : ia tidur.

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Jon, sang guru dan secangkir kopi Kasyafah

No comments:

Post a Comment